Lelaki Terbaik Versi Kamu
menurut maman sumarman dalam bukunya yang berjudul “lelaki
dibalik sempak”, deskripsi laki-laki ialah ia, seseorang yang secara fisik
memiliki jakun, dengan dada bidang, dan selangkangan yang agak sedikit menonjol,
ditumbuhi bulu dan rambut didaerah muka. Dikemudian hari, maman sumarman
kembali menjelaskan, bahwa ternyata, lelaki adalah seonggok mahluk hidup yang
secara biologis berbeda dengan mahluk lainya, yang kemudian secara emosi juga
lebih mudah meledak-ledak ketimbang lawan jenisnya. Pengertian lain dari
laki-laki menurut laman google maupun wikipedia ternyata digambarkan secara
lebih sederhana, bagi google dan wikipedia, laki-laki adalah jenis kelamin lain
dari perempuan. Udah, gitu aja. Sungguh deskripsi yang simpel, mudah diterima
dan sangat mencerdaskan anak bangsa. Luar biasa.
Agak sedikit canggung memang, membahas laki-laki yang
ternyata dilain sisi sang empunya omragil.id sendiri juga laki-laki. Saya lantas
khawatir, akan timbul sebuah anggapan, bahwa ternyata selama ini, keberadaan
dari omragil.id memiliki misi untuk menghomokan generasi penerus bangsa. Sungguh
misi yang kelewat bangsat tentunya. Jadi, sebelum sampean beranggapan
macam-macam, marilah kita sepakati terlebih dahulu, bahwa ini hanya tulisan
yang berusaha membawa sampean, khususnya mba-mba seantero galaksi bima sakti,
untuk mampu membuat deskirpsi tersendiri tentang lelaki terbaik versi kamu. Sepakat?
Oke, kita lanjutkan.
Saya yakin, sampean semuanya, mba-mba yang kemudian membaca
tulisan ini, pastilah memiliki deskripsi tersendiri terhadap lelaki terbaiknya.
Percayalah, itu hak sampean untuk mendeskripsikannya, dan saya, tidak akan
memaksakan satu halpun, terkecuali sampean menghendakinya. Tapi, mari pikirkan
dan renungkan kembali. Pantaskan ia, lelaki yang selama itu sampean kenal,
akhirnya mendapatkan predikat “lelaki terbaik versi kamu?”. Bagi saya, banyak
sekali variabel yang mempengaruhi sehingga seorang laki-laki layak sampean
labeli “lelaki terbaik versi kamu”. Diparagraf selanjutnya, saya akan
mendeskripsikannya atau menjelaskannya melalui beberapa hal.
Tentang komitmennya dengan sampean.
Jika sampean sudah sering baca artikel di omragil.id,
harusnya sampean tahu sebuah ungkapan berikut ini :
Lelaki itu berpegang pada komitmen, sedangkan banci berpegang pada janji.
Janji, berapa kali ia berjanji untuk tidak menyakitimu namun
mengulanginya?, berapa kali ia berjanji akan jadi manusia yang lebih baik,
namun ia tetap saja jadi bangsat?, berapa kali ia berjanji untuk bertanggung jawab
terhadap hidupnya dan hidupmu, namun ia tetap saja tak memiliki jalan buat masa
depannya apalagi masa depanmu. Itu banci. Bukan laki-laki. Dan terlalu
gampangan jika akhirnya dia sampean labeli “lelaki terbaik versi kamu”. Perihal
sebuah hubungan yang sampean jalani dan pernikahan sebagai sebuah tujuannya,
bukan melulu tentang berapa lama ia sudah menjalani sebuah hubungan dengan
sampean. Ingat, pacaran itu fana, pernikahan yang abadi.
Banyak mba-mba disegala penjuru galaksi bima sakti ini yang
kemudian beranggapan,
Aku tak bisa mengakhiri hubungan ini, karena sudah banyak hal yang kita lewati bersama.
Yah, itu benar. Tapi apakah sampean tahu, bahwa ia juga
pasti bisa dan mau melewati segala kemungkinan yang akan terjadi dimasa depan? Kemudian,
apakah semua hal yang dimasa lalu sudah sampean lewati denganya juga akan
sebanding dengan masa depan sampean yang belum pasti bakal seperti apa jika
dilewati denganya?. Sampean boleh cantik, tapi juga jangan lupa untuk tetap
cerdas, dan masa depan sampean, anak-anak dan keluarga mu itu, belum layak atau
bahkan malah tak pernah layak buat dipertaruhkan hanya untuk sebuah
memori-memori masa lalu yang sejatinya Cuma akan jadi ingatan dan kenangan. Masa
depan mu itu lho tolong dipertimbangkan.
Kemarin seorang teman lama bercerita tentang kisah cintanya
yang akhirnya kandas. Sang perempuan minta putus, kemudian jadian sama
laki-laki lain dan sampean pasti tahu endingnya. Sang perempuan itu akhirnya
menikah dengan laki-lakinya yang sekarang. Seorang laki-laki yang sudah pasti
tepat buatnya, mungkin belum jadi yang terbaik, tapi pasti akan jadi yang
terbaik. Dari teman saya itu dia Cuma bilang,
Keputusanya untuk meningkalkan saya tepat mas bro, waktu itu saya jelas Cuma laki-laki gembel dan banci yang berlindung dibalik kata “aku cinta kamu” dan bertameng “kita udah jalani selama ini dan kamu mau bubar?”, tapi bahkan untuk membuktikan bahwa saya cinta hidup saya sendiri minimal, tatap saja tidak bisa, untuk memastikan bahwa saya bertanggung jawab sendiri terhadap hidup saya, juga tidak bisa. Terus bagaiman saya mau menjamin syurga bagi keluarga yang saya pimpin kelak?
Akhirnya, tentang bagiamana komitmenya terhadap sampean, dan
komitmennya terhadap dirinya sendiri adalah hal paling fundamental untuk pada
akhirnya ia sampean labeli “lelaki terbaik versi kamu”.
Karena kemudian saya belum mandi, dan sebentar lagi mau
masuk waktu persiapan jumatan, maka postingan kita lanjutkan esok.
Kamu Cuma perlu laki-laki yang tepat, buat jadi laki-laki terbaik versi kamu, bukan ia yang sekarang terbaik menurutmu, karena bisa jadi itu tidak tepat.
Subscribe to:
Post Comments
(
Atom
)

No comments :
Post a Comment