Curcolnya Wagimin
Hari itu istimewa, entah kamu yang lagi cantik-cantiknya,
Atau aku yang sedang rindu-rindunya,
Pernah merasakan sepi? Tiada kesepian melainkan ia yang
sendirian dibalik keramaian. Tiada pula kesepian, melainkan ia yang memendam
perasaan dalam-dalam. Tiada kesepian, melainkan dia yang medambamu dalam malam.
Tiada pula kesepian, melainkan ia, perasaan yang belum sampai tujuan.
Tapi, waktu pula yang akan menjadi tujuan. Akan sebuah pertemuan
dengan awal sebuah kerinduan. Akan sebuah kebersamaan yang selalu diupayakan,
dan kebahagianmu yang selalu aku usahakan.
Lewat segelas ice cream yang kita nikmati dingin-dingin,
ingin aku kabarkan bahwa rindu ini manis apa adanya. Tak usah takut gendut,
karena bagiku, kamu cantik apa adanya. Tak usah takut gendut, karena bagiku,
kamu menarik apa adanya. Tak usah takut gendut, karena perasaanku akan tetap
sama saja adanya. Bagiku, kamu langsing dan menarik meski raga tak lagi
slimfit.
Jika kamu perempuan penyuka senja dan penikmat kopi, maka
ijinkan aku menyayangimu tanpa jeda tanpa tepi. Lewat setiap hangatnya kopi
yang kamu bikin malam itu, aku ingin kabarkan, sebab aku mencintaimu, akan aku
tutup mataku dengan setiap senyummu, agar jika nanti oranglain yang membuatmu
bahagia, kau tahu alasanku mengapa tak bisa lagi melihat dunia. Sebab, senyum
mu adalah duniaku, sebab aku mencintaimu. Hingga aku lupa kelip bintang kalah
meriah, atau mungkin hatiku yang sedang merekah, dengan senyum mu yang tampak
lebih indah.
Sebab rindu ini juga milikmu, maka aku akan membiasakan ia
diterpa berbagai rasa, agar hati tak berubah jadi jeruji. Agar janji
membahagiakan mu, bukan sekedar omong kosong paling kosong,atau sumpah serapah
paling sampah, tapi adalah sebuah rasa
yang paling bahagia.
Begitu kata wagimin sore itu, sontak itu membuyarkan ketikan
pada layar laptop saya. Sebagai penulis yang sedang gelisah dengan kata,
pertemuan saya dengan wagimin bisa jadi sebuah anugrah, atau bahkan malah
sebuah musibah. Entahlha, tapi paling tidak, saya tahu wagimin itu fana, tapi
ceritanya abadi. Sebuah kisah percintaan anti mainstream yang tak berkiblat
pada adegan FTV tanah air. Sungguh kuasa Tuhan mana yang akan kau dustakan
wahai anak Adam ??.
Subscribe to:
Post Comments
(
Atom
)

No comments :
Post a Comment