Reshuffle Kabinet Jilid I
Kerumitan negeri ini jelas lebih rumit ketimbang masalah
mba-mba yang belum datang bulan sejak 2 bulan terakhir, masalah negri ini juga
lebih dari sekedar masalah yang dihadapi mas-mas jomblo yang tak kunjung dapat
pasangan. Sungguh, negara mana lagi yang jauh lebih rumit dan lebih bermasalah
dari pada indozeniaa?, ehh,. Alengkadirja maksud saya. Coba tebak, negara mana
yang dalam dua tahun saja sudah melakukan Reshuffle Kabinet bahkan sudah sampai
ke Reshuffle Kabinet Jilid II, dalam 2 tahun. Dua tahun lho, ibarat sebuah
hubungan yang rusak yang dijalanin oleh pasangan muda-mudi, Reshuffle Kabinet
ini, mungkin sama maksudnya dengan putus-nyambung dan gonta-ganti pasangan. Bukan
hal yang salah memang, tidak salah malah.
Alengkadirja, negara yang gemah lipah loh jinawi ini, kadang
gagal diurus dengan benar oleh penguasa. Anehnya, setiap pergantian penguasa,
selalu banyak saja calon penguasa yang merasa mampu dan bisa mengurus alengka
dirja. Dan acapkali, mereka melabeli diri mereka sebagai sang “mesiah”, sang penyelamat,
penyelamat alengka dirja dari ketidak mampuan mengakomodir dan memenuhi semua
hajat hidup penduduknya. Sampean pasti juga masih ingat slogan “jarwo adalah
kita” dipemilu 2 tahun silam, dan semboyan “kerja kerja kerja” yang selalu jadi
tagline hingga sang jarwo kini berkuasa.
Kini, dua tahun sudah pak jarwo berkuasa, dua kali juga
beliau yang terhormat melakukan Reshuffle Kabinet guna mengakomodir semua
kemampuan terbaik dan mungkin juga kepentingan dari para pendukungnya. Belasan orang
sudah masuk dan berganti jabatan untuk posisi mentri, beberapa diantaranya dulu
adalah staf khusus penguasa, beberapa pula rela menunggu dua tahun guna
mendapatkan jatah mentri.
Ambilah contoh mentri kemaritimin yang dalam dua tahun sudah
3 kali berganti orang. Bapak mentri yang sekarang,dulunya adalah staf khusus
penguasa. Maka, silahkan diejawantahkan sendiri. Jika minyak kayu putih saja
bertagline “buat anak kok coba-coba” lantas, untuk masalah bangsa, negara dan rakyat,
apakah ia, bapak penguasa kita masih saja coba-coba dalam menentukan siapa
mentri sekaligus pembantu terbaiknya?. “buat rakyat kok coba-coba”.
Subscribe to:
Post Comments
(
Atom
)

No comments :
Post a Comment