Tesist Episode 12
Ada Deadline Hari Ini, Esok dan Lusa
Saya masih memandang layar laptop dengan tatapan nanar
diselimuti rasa bingung yang tak berkesudahan. Masalahnya masih sama, tesist
saya,.. mmm.. entahlah, masih apakabar. Padahal ini sudah bulan juli, nyaris
akhir juli malah. Artinya, sebentar lagi akan masuk agustus. Padahal, sesuai
kabar burung,. Dalam konteks ini entah burungnya siapa yang bisa kasih kabar,
bahwa sidang tesist akan dilangsungkan pada bulan agustus. Njurr, nek ngono
kui,. Perasaan mu terus pie,.?? Koyo mati yo wegah,.. urip yo ora ono guna. Kendato
waee.
Disisi lain, ekspetasi keluarga, terutama bapak,. Akan gelar
S2, magister ilmu komputer, rasanya sudah tidak bisa dibendung. Ini jelas
bertentangan dengan kemampuan saya dalam menyelesaikan tesist yang rasanya
sudah dalam masa atau frase yang alambuh sekali. Maka sudah bisa ditebak,
hasilnya juga akan alambuh sekali. Ditanggal 21 juli ini saja, tesist saya baru
menyentuh dan selesai dibab 2. Belum bab 3, bab 4 apa lagi bab 5. Ahhhh,....suudaahlah..
Tapi mungkin, secara keseluruhan, akhir-akhir ini saya
memang sedang tidak bisa menulis, sedang tidak punya banyak kata buat
dirangkai. Seringkali, saat sedang memulai membuat sebuah tulisan, kata selalu
mentok di kalimat pertama. Kammpreet sekali. ini jelas harus dicari solusinya. Karena
bagaimanapun juga, sebagai content writer dengan segala prospek yang tidak
berkembang, bersahabat dengan kata adalah hal paling utama. Dibawah ini, saya
mencoba menyelesaikan permasalahan saya dengan solusi yang saya coba pikirkan
dan praktekan.
Minum kopi,
Bagi saya, minum kopi adalah adadi, yang fana itu ampasnya. Mudeng
sampean?. Begini, bukankah ampas akan mengendap kemudian? Namun aroma kopinya
akan tetap ada. Begitu juga dengan kata. Sebuah kalimat akan ada jika ada
katanya, jika tidak ada? Maka itu Cuma kaya kopi tanpa ampas, rasanya hambar
dan alambuh. Minum kopi pula bisa menjadi salah satu filosofi tentang bagaimana
sampean memahami dan memaklumi suatu hal. Sering kali, yang tampak kotor dan
berampas kental, tak melulu buruk dan tidak baik. Sering kali ia menyimpan rasa
manis dan nikmatnya dalam-dalam. Sehingga, hanya umat yang sudah terlanjur
melebur dengan prinsip-prinsip kekopian yang bisa menikmatinya. Saran saya,
jika sampean masih terlalu sering melihat sebuah hal, sebuah permasalahan hanya
dalam satu perspektif yang sama, hanya melihatnya dalam pola pikir anda, hanya
melihatnya dalam satu sudut pandang, maka sudah pasti, sampean jelas kurang
ngopi.
Namun sayangnya, minum kopi kini juga masih belum bisa jadi
solusi bagi permasalahan saya. Saya sudah mencoba berkali-kali minum, terus
berfikir sejenak, mengendapkan ampasnya, kemudian menunggu hasilnya. Dalam proses
menunggu itu, yang ada kemudian Cuma kebingungan. Yap, kebingungan. Saya masih
bingung mau nulis apa.
Bercinta,
Gaa,.. ini saya ngawur,. Lha wong saya bingung mau nulis apa
ya akhirnya saya ngawur. Begitu aja, udah.
Tidur,
Sering kali saat deadlock. Tidur adalah solusi yang efektif
meski tak selamanya solutif. Tidur adalah sebuah kegiatan dimana kamu bebas mau
ngimpi apa aja. Yang cowo ya bebas mau ngimpi apa, mau ngimpi sampe basah, atau
basah saat ngimpi. Pokoke bebas. Tidur dan ngimpi adalah salah satu atau bahkan
satu-satunya kegiatan dimana pemerintah tidak bisa menerapkan aturanya. Sebuah kegiataan
dimana jokowi bebas saya gulingkan tanpa takut diciduk. Ya Cuma pas ngimpi
saja. Tapi pada akhirnya untuk saat ini, tidur tidak juga bisa menjadi solusi
instan. Ndlooogoook.
Mbribikin mba-mba SPG
Ini juga sebenarnya ngawur, sebuah solusi ngawur yang saya
pikirkan dalam keadaan yang ngawur juga. Karena yang jelas, se SPG-SPG nya
mba-mba, mereka tidak akan mau saya bribikin. Mereka punya kelas, mereka punya
selera. Dan saya juga punya type.
Oke, begitulah beberapa solusi yang saya pikirkan. Beberapa
diantaranya saya pikirkan dengan ngawur, beberapa lagi mungkin bisa dicoba.
Subscribe to:
Post Comments
(
Atom
)

No comments :
Post a Comment