Surat Dari Mas Wagimin



Jadi setelah jumat kemarin omragil.id melakukan wawancara dengan mba wagiah, ternyata itu memancing mas wagimin, seseorang jejaka kampung yang terlanjur kampungan dan tidak menarik, untuk mengungkapkan isi hatinya. Jadi usut punya usut, mas wagimin terlanjur jatuh cinta pada mba wagiah pada pandangan pertama, dan sebagai mana hukum cinta berlaku, mas wagimin bermaksud dan sangat berhasrat untuk bisa mengungkapkan isi hatinya. Lewat sebuah surat yang mas wagimin kirimkan ke redaktur omragil.id, akhirnya mas wagimin mengungkapkan perasaannya kepada perempuan bernama mba wagiah. Berikut ini adalah surat dari mas wagimin untuk mba wagiah.



Dear wagiah yang aduhai,

Semalam aku melihat purnama merona dengan sempurna dan indahnya, lhaa ya kok saya jadi inget senyum kamu yah ?. iyah wagiah,. Senyum kamu selayaknya purnama diatas sungai nil yang indah, ibarat kepala phoenix diatas piramida yang agung, atau semerona wajah athena yang melegenda. Begitu lha aku memaknai setiap senyum kamu wagiah, apa kamu ga ngrasa? Apa kamu ga peka? Atau saya yang salah sangka wagiah. Lhaa ya mbok dijelaske...


Wagiah, satu purnama sudah kita berjumpa. Dipersimpangan sebuah jalan, di satu sudut sebuah kota. Tapi, selama satu purnama itu pula, aku tak hentinya medambakan mu. Tapi apalah daya ku wagiah, aku Cuma pemuda desa, pemuda kampung yang terlanjur kampungan. Sedangkan kamu? Lhaa,. Ya apa harus saya jelaskan ?. laki-laki mana yang ga terpikat senyum mu? Jika ada ? ya tolong kasih tahu saya, biar dia saya tempeleng dia, karena dia sudah sangat kurang ajar tidak menghargai senyum manis semenawan itu. Apa ?? menurut kamu aku berlebihan? Apa menurut kamu aku gila?. Wagiah,. Kamu lupa,. Bahwa cinta adalah kegilaan itu sendiri?, dan sayang adalah rasa berlebihan dari ku buat kamu. Ini serius, lhaa ya mbok kamu jangan cengas-cenges gitu. Kan saya jadi malu.


Wagiah, dari kejauhan aku dengar kamu sudah berdua? Oowhh,. Betapa peradaban kuno jauh lebih abadi dari hati ini. Betapa batu karang jauh lebih kuat dari hati ini. Tapi tak apa, hati ku mungkin hancur mendengarnya, tapi perasaanku akan sama melegendanya dengan kisah gladiator di tanah roma. Dia tidak akan bisa hilang dimakan jaman, takan padam ditiup angin, yaah,. Begitulah perasaanku padamu. Entah laki-laki mana yang akhirnya kini sedang bersamamu wagiah, tapi mengertilah, dia harus jauh lebih kuat dalam menjagamu, dia juga harus lebih lembut dalam menyayangimu, dia juga harus lebih bijak dalam membimbingmu. Jika tidak? Ya kamu tahu lha,. Aku menunggu bersama purnama diatas sungai nil, bersama purnama yang mulai tenggelam tapi rasaku akan terus makin dalam.


Wagiah, jika suatu waktu kamu baca surat ini, aku ga berharap kamu bakal ngerti, sebab rasa kadang memang variabel yang susah dimengerti. Rasa bukan persamaan kuadarat dua linear, bukan pula hukum newton yang bisa kamu pelajari di bangku-bangku sekolah. Tapi rasa semisteri lirik lagu “Bohemian Repshody” milik queen. Ia bebas kamu deskripsikan sebagai apapun.


Akhir kata wagiah, empat kali empat sama dengan enam belas, sempat ga sempat ya harus dibalas. Salam buat ayah dan bunda dirumah. Peluk hangat dan kecup di kening buat kamu. Muuaach.


Ya begitulah surat yang tiada guna dari mas wagimin, sungguh ga ada manfaatnya sekali yah kalian baca ini artikel. Lekas lha bertobat setelah ini wahai kisanak.


2 comments

2 comments :