Balasan Dari Wagiah
Sebab Kau Datang Terlambat Wagimin
Sore itu, dengan langit yang mulai mendung dan warna mulai
berubah kelam. Hp saya berdering, mmm.. siapa yang sms, ujar saya dalam hati. Setelah
saya buka isi smsnya, ternyata mba wagiah sms yang isisnya seperti ini.
“Omragil, ada waktu ga yah, saya mau ketemu dulu sebentar,
sebelum kembali berangkat ke zimbawe.”
Begitu katanya. Saya pun membalasnya dengan singkat.
“bisa,
dimana mba wagiah?”.
Kemudian selang beberapa menit, mba wagiah membalasnya,
“bagaimana jika di kantornya omragil.id saja”
Saya berujar singkat dengan penuh kebingungan
“ya oke,”.
Saya bingung, buat
apa mba wagiah ngajak ketemuan padahal sesi untuk wawancara dengannya baru
dilakukan jumat besok, lantas, kantor omragil.id itu dimana? Lhaa, jangankan
kantor, orang karyawan juga Cuma saya, penulis juga Cuma saya, redaktur Cuma saya,
mmmm.. positif nih, mba wagiah sudah kebanyakan ngemut micin sambil ngemut
permen ceker. Ndloogok.
Akhirnya pertemuan dengan mba wagiah terjadi, dilokasi yang
sudah ditempati, diwaktu yang sudah disepaki bersama. Sebuah meja kecil
dipojokan warung makan yang sederhana. Disitu katanya ia menyebutnya sebagai
kantor omragil.id. pekok, po ora ono kantor sing elit sitik po piye iki ?
Percakapan itu akhirnya dimulai dengan agak canggung,
sayapun bingung, ini bukan waktunya buat sesi wawancara dengan mba wagiah. Akhirnya
mba wagiah menjelaskan, dia ingin merespon surat dari mas wagimin tempo hari. Baginya
ini penting untuk dilakukan, ya minimal sebagai ungkapan terima kasih karena
ada satu orang yang memperhatikanya dari jauh, menyayanginya dalam diam,
mendoakanya dalam kesendirian, sekali lagi, begitu katanya. Oh iya, apa sampean
suadh baca surat dari mas wagimin?, ya kalau belum mbok dibaca dulu. Itu adalah
surat paling apalah tahun ini, sebuah referensi surat cinta tidak biasa
ditengah era sosial media yang memudahkan sampean dalam pdkt dan mribiqin
dedek-dedek gemes. Sebuah surat cinta dari persepsi yang lain. Akhirnya mba
wagiah membuka percakapan.
Wagiah : apa kabar om, sehat? Apa sudah kelon? Ya minimal
kelon sama bantal guling ga papalah, kan belum ada yang halal, apa malah belum
ada yang mau dihalalin? Waahh,. Melasi yoo sampean.
Omragil : iki awakmu ngajak ketemuan, njur mung arep ngenyek
aku tok po pie ?? genaeh iki,. Lagi puoso lho.. ora njur gawe aku dadi kesuh
ngono kui critane.
Wagiah : yo ora ngono kui om, jenenge wae komedi,. Becanda lho,...
langsung saja om, begini,. Kemarin saya baca surat dari mas wagimin di
omragil.id
Omragil : iya,. Terus,.?? Awakmu njur ora terima opo pie ??
opo pacar mu misah-misuh,. Ehh,. Pacar mu sopo yo jenenge,..???
Wagiah : wiryoo om,. !! wiryo namanya,. Bukannya saya mau
misah-misuh atau ga terima om, saya malah mau berterima kasih, karena wagimin
sudah jujur dengan perasaanya terhadap saya. Jujur om, dipersimpangan hati saya
yang lain, saya merasa terharu. Ada laki-laki yang memperlakukan saya dengan
sikap dan tingkah lakunya yang demikian. Tapi ya itu om, saya sudah sama wiryo.
Saya ga mungkin too nyelingkuhin wiryo??
Omragil : ooowwhh.. begitu,.. terus,.?? Maunya sampean gimana too mba
wagiah? Sampean sudah lagi jalanin hubungan sama wiryo,. Terus ?? saya masih ga
donk lho,.. mm,. Tunggu, apa semua cewe mbingungi kaya gini??
Wagiah : saya sendiri bingung om, jujur om,. Wagimin mungkin
pria desa, pria kampung yang terlanjur kampungan dan tidak menarik. Tapi caranya
memperhatikan saya, dan menyenangkan saya adalah salah satu subtansi yang lain.
Salah satu hal lain yang mungkin ga saya dapetin dari wiryo. Wiryo itu,..
jan,.. mmmmm... ga cerita deeh,. Entar malah jadi curhat.
Omragil : lha terus posisi mas wagimin dihati sampean itu
dimana?
Wagiah : Untuk saat ini om, saya bersyukur mengenalnya, saya
bersyukur punya hubungan baik denganya. Perihal jodoh, rizki, kematian,. Bukankah
itu hak preogratif sang pemilik hidup. Itu hak Gusti Allah om,. Saya ga boleh
intervensi,. Saya ga bisa ikut campur. Ga bisa!!. Siapa yang menjamin jika
wiryo adalah imam saya kelak, siapa yang bakal menjamin jika wiryo adalah
laki-laki yang akan meng adzani anak-anak saya saat lahir?? Siaapa?? Siapa pula
yang menjamin jika wiryo adalah suami yang kelak, yang akan memberikan saya
nafkah?? Siapa ?? ga ada kan??. Kita semua hidup dengan segala kemungkinan om,
saya ga bisa memutuskan silaturahmi dengan wagimin hanya karena dia sayang
dengan saya sedangkan saya sudah menjalin hubungan dengan pria lain. Ga bisa
om. Saya bukan perempuan yang demikian. Ya pokoknya, dan intinya, saya Cuma berdoa,
kami, saya , dia mendapat jalan yang terbaik, apapun nanti ceritanya dimasa
depan. Entah akhirnya saya dan wagimin Cuma sebatas teman, atau dimasa depan
malah akhrinya wagimin yang menjadi imam saya.
Omragil : oowwh,. Begitu,. Baguslah, memutuskan tali
silaturahmi memang tidak baik, entah apapun itu alasanya. Apalagi jika alesanya
hanya karena dia suka sampean, terus sampean sudah ada laki-laki lain. Kok yo
terkesan kaya cah cilik wingi sore sing mbeke belajaran cipokan yo,. Sesuai hadist
tentang silaturahmi yang jika diartikan insyaallah akan demikian artinya :
Keutamaan Silaturahmi, Silaturahmi itu Menambah Umur, Barangsiapa yang Menyambung Silaturahmi Allah akan Mencintainya, dan Seterusnya – Hadits 52-62 – Kitab Adabul Mufrad (Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, M.A.)
Atau bunyi hadist yang lain,
“Maukah kalian aku tunjukkan akhlak yang paling mulia di dunia dan diakhirat? Memberi maaf orang yang mendzalimimu, memberi orang yang menghalangimu dan menyambung silaturrahim orang yang memutuskanmu” (HR. Baihaqi)
Begitulah keutamaan silaturahmi mba wagiah. Terlepas dari
mas wagimin yang terlanjur tresno, dan terlepas dari sampean yang sudah
terlanjur dekat dengan wiryo, maka alangkah baiknya tetap menjaga hubungan
baik.
Wagiah : saya sepakat dengan sampean om, tumben sampean ga
pekok?? Biasane pekok lho,.. intinya om, wagimin sekarang mungkin datang
terlambat, tapi masa depan tidak ada yang datang terlalu cepat, ia datang pas
sesuai dengan takaranya dan waktunya.
Omragil : barakallah. Aamin,
Akhirnya, perjumpaan itu selesai dengan satu poin penting
perihal silaturahmi, hubungan dimasa kini, dan takdir masa depan, yang semoga
saja bisa sampean jabarkan sendiri. Namun percayalah,
Masa depan tidak pernah datang terlambat, tidak pula datang terlalu cepat. Ia pas, sesuai waktunya.
Subscribe to:
Post Comments
(
Atom
)

No comments :
Post a Comment