Selasanya purwokerto
Dua minggu ini adalah minggu yang berat bagi omragil. Om-om
empunya omragil.id ini sedang dalam puncak rasa lelah yang menggila, hingga
jika kamu didekatnya, maka kamu akan merasakan energi-energi aneh serupa
pancaran ki nya son goku, atau cakranya naruto. Tapi sayangnya, jangankan
ngeluarin kamehameha atau jutsu ala-ala son goku dan naruto, untuk sekedar
tidur dengan nyamanpun kanjeng kang mas omragil susah untuk merasakanya. Tapi
bicara soal nyaman, maka nyaman deskripsi dari rizki febrian adalah sefana-fananya
kenyamanan. Nyaman menurut rizki “sule” febrian yang berucap bahwa, berada
dipelukanmu mengajarkanku artinya kenyamanan adalah hal yang bohong, omong
kosong dan nihil. Serupa ungkapan yang menyebutkan bahwa negri ini adalah tanah
surga, tongkat dan kayu dilemar jadi tanaman. Sampean pikir semua rakyat
indonesia negri nan limpah loh jinawi ini adalah herry poter? Yang bisa nyulap
tongkat dan kayu terus dilempar dengan ijig-ijig jadi tanaman? Mbok yo mikir.
Ini perkara serius. Tapi sayangnya, rizki febrian sedang tidak terlalu serius
saat bilang berada dipelukanmu, karena ia melupakan elemen materil dan fisik.
Tapi cukuplah perdebatan ini kita akhiri disini, karena poin artikel kali ini
bukan itu, bukan !.
Jadi begini kisanak. Minggu ini, saya selaku redaktur
sekaligus owner dari omragil.id baru saja melakukan perjalanan dinas kesebuah
kota, yang marilah kemudian kita sebut sebagai kota purwokerto. Tapi tunggu
dulu, perjalanan dinas saya tidak dibiayai oleh negara, tidak. Kuasa apa saya
sebagai rakyat jelata memohon kepada baginda jkw-jk meminta fasilitas
perjalanan dinas? Lha wong anggota DPR bukan, mentri yo bukan. Selama sedang
mengikuti acara kedinasan tersebut, banyak hal yang akhirnya bisa omragil
dapatkan, dan seperti biasa sampean akan tahu hal-hal tersebut diartikel kali
ini.
Kumpul kanca-kanca
Hal yang paling utama dalam kegiatan ini sebenarnya bukan
materinya, lha wong trener ngomong baru 10 menit, menit ke 15 saya pasti yo
sudah lupa apa yang dia omongkan. Yang paling penting dalam acara tersebutlah
adalah kembali bertemunya omragil dengan beberapa kanca-kanca. Yang pertama,
fabrian fandi dwi imanniawan, entah sudah berapa kali mas-mas imut yang satu
ini masuk diartikel saya, saya lupa pastinya berapa. Mungkin sudah banyak orang
yang tahu bahwa mas-mas imut yang satu itu adalah praktisi SEO, fb marketing,
online shop dan macem-macem hal yang lainya. Tapi apakah sampean tahu satu hal,
bahwa sejatinya, gaya rambut mas fandi ga pernah berubah. Yap, gaya rambutnya
gitu-gitu aja. Mbok yo sekali-kali ganti lho mas, gundul kek, botak ngarep kek,
apa gimana lah biar ada fariasinya. Rambut kok gitu-gitu aja. Ini udah 2016 lho
mas. Beda mas fandi, beda pula dengan papah muda bernama avit. Sebelum ia
sekeren sekarang, dengan batuk yang melong-melong kalo kena lampu jadi kaya
lampu sorot konser itu batuk, adalah seorang laki-laki yang pernah menggunakan
gaya rambut khas ala andika kangen band. Rambutnya di rebonding, pake poni,
disisir kepinggir. Jan, wagu sebenere. Tapi ya sudahlah. Kini mas avit tampil
dengan batuk yang melong-melong, pipi yang mirip bakpao kemekaren. Nah, itu dua
dari sekian banyak temen-temen saya, lain kali kita bahas yang lain.
W R
Kemudian, disatu sudut, saya terlalihkan oleh sebuah hal
yang menurut saya biasa tapi ga biasa. Saya masih ingat benar, sesaat membuka
pintu dan masuk kedalam, penampakan itu nyata dan ada didepan mata, sekejap
kemudian saya membiarkanya berlalu tanpa kesan apalagi pesan. Sampean pikir ini
buku alumni pake kesan dan pesan?. Saya masih ingat pula dengan bangku dan meja
yang tertata rapi, layaknya suasana kantor di negri ini. Lantas saya mencoba
menyalami, satu persatu orang yang saya temui. Sambil memulai
percakapan-percakapan kecil dengan mereka. Dari percakapan-percakapan inilah
kadang saya mengambil hal untuk dijadikan bahan pemikiran, dan pembelajaran.
Saya masih ingat beberapa percakapan dengan beberapa orang. Kaya misal,
percakapan saya dengan mas ari, ob kampus di jogja. Tentang bagaimana dia
akhirnya menemukan istri dan menikahinya. Dia hanya melihat dua hal dari
perempuan, yaitu tutur katanya, dan perilakunya. Itu pula yang akhirnya membuat
dia menikahi istrinya yang sekarang. Dia bercerita bahwa ,..
“dadi bojo ku kue gil, mung ketemu ping 3. Sepisan ketemu nang umahe tek jak mangan, keloro ketemu nang umah ngomong arep nglamar, ketelu teka meng umahe nglamar”.
Ndlogook sampean mas,. Menurut dia, dia jatuh cinta dengan
istrinya, karena istrinya sopan, ngomong pake bahasa jawa alus, dan tingkah
lakunya baik. Tak lupa dia juga menasehati saya, seolah-olah tahu bahwa saya
pemuda yang payah dalam hal menentukan calon istri. Ini antara nasehat dan
hinaan beda tipis. Dia berpesan bahwa,
“nek koe ketemu cah wedon sing ngomonge dijaga, alus, tingkah lakune sopan, mbok ndangngo lamar,. Takoni, gelem mbojo karo koe ra, nek ora ya koe kendato baen..”
Ndlooogook,.. jingukkk sampean,..
Percakapan-percakapan sederhana itu akhirnya membawa saya
pada satu sudut pandang mata yang tidak bisa saya elakan lagi. Seperti terpojok
sayapun akhirnya memulai obrolan singkat tanpa makna dan tujuan yang jelas,
hanya sekedar mencairkan suasana. Tapi akhirnya, tooh, saya harus kembali
mengakui, bahwa titik pandang dan sudut ini membawa saya kesebuah pemikiran
yang kembali hadir, akankah ini yang saya butuhkan? Atau ini hanya pelangi yang
datang dan hilang tanpa bias?. Tapi apapun itu, ibarat lagu, saya sudah
terlanjur menyukai nada dan liriknya yang easy listening. Tak perlu banyak
variabel dan penerjemahan yang njeleweh kesana kemari untuk sekedar mengakui
kalau saya sebagai anak kecil akan dengan mudah suka dan hapal dengan lagu
balonku ada lima. Begitu pula saat itu, saya akan dengan mudah mengakui dan
menerima bahwa saya tertarik dengan satu sudut pandang didepan mata. Hal yang
mungkin belum saya temui sebelumnya. Tapi akhirnya, marilah untuk sama-sama
menerima hal terpait, bahwa mungkin ini adalah satu variabel yang bisa
membuatmu lebih bijak dalam menetukan sebuah keputusan, demi hari akhir hidup
yang lebih baik.
Ada tai di kloset !!!
Saya harus ngomong ini dengan jelas dan gamblang biar
sampean paham. Bahwa, sebaik-baiknya kebersihan adalah tai yang digontor di wc
sesudah berak. Jinguuuk,... ndloogoook,... ana wong ngising nang wc ra di
gontoorr,.. syoocck saya..
Ahh, saya lebih shock lagi saat tau tersangkanya siapa.
Seseorang yang secara ibadah saya pikir jauh lebih baik dari saya, seseorang
yang secara prestasi dalam dunia tulis menulis internasional tidak usah
diragukan lagi. Kebanggaan kampus saat diskusi dengan tema yang sama. Tapi,
untuk hal remeh temeh macam gontor tai, dia kalah telak dengan anak TK dan
PAUD. Ini bukan terjadi sekali dua kali, tapi tiap kali bapak yang terhormat
dengan prestasinya yang prestisius itu ngising. Tiap kali mas mba, coba
bayangkan. Tiap kali sampean akan disuguhi pemandangan tai ngambang diatas kloset
wc. Seolah-olah kita sedang ada disungai ciliwung saja. Padahal kita semua
adalah masyarakat yang besar dan tumbuh dengan slogan, kebersihan sebagian dari
pada iman. Lantas, seberapa iman manusia dia yang ngising terus ga digontor?
Jal seberapa ?. gini mas mba, kucing adalah hewan yang habis ngising saja, dia
rela ngotorin tanganya pake pasir supaya tai nya ga keliatan. Nah, ini manusia
lho, manusia,.. mamalia paling sempurna seantero galaksi bima sakti. Ngising di
wc yang tinggal disiram saja ga sempet, ga mau. Saya curiga, jangan-jangan dia
pas nguyuh itu malah Cuma asal cuurr,... pas ngloco Cuma asal crooot... jan,..
jinguk tenan.
Begini, saya memang memaklumi bahwasanya tidak ada manusia
yang sempurna. Dia yang sempurna pasti punya hal jelek dan kejelekan.
Pertanyaan? Seberapa kita harus bisa menerima fakta bahwa seseorang tidak
pernah gontor alias nyiram tai nya sendiri pas sudah ngising?. Ini menurut saya
bukan kelemahan atau kekurangan. Ini adalah sebuah tindakan yang teramat sangat
dzolim. Karena hal demikian, menyangkut hajat hidup orang banyak. Bayangkan
satu orang ngising ga pernah digontor atau disiram aja sudah sangat mengganggu,
apalagi jika ada 2, 3, 4 atau bahkan 10 orang. Bisa kiamat bumi indonesia yang
elok ini.
Sekali lagi tolong ditekankan, kebersihan adalah sebagian
dari pada iman. Jika bersih maka insyaallah imanya baik, jika imannya baik maka
insyaallah sholat terjaga, jika sholatnya terjaga maka insyallah semuanya juga
pasti baik. Maka merugilah ia, yang rajin sholat tapi ngising di wc ga pernah
digontor, merugi... dia adalah umat yang tersesat. Jadi kini, mungkin jika
ingin tahu seberapa baik seseorang, lihatlah wc saat di selesai ngising.
Subscribe to:
Post Comments
(
Atom
)

Hahashahhaaa....kamperet
ReplyDeletehahaha,. batukeee lhaa,.. mas,..
DeleteWR??? Saya perjelas saja ya siapa itu WR...
ReplyDeletewhat the heellll ???? hahahahaha
DeleteWati Rahayu... nanti tak sampaikan kepada dirinya yah tentang artikel ini
Delete