Review film

Teenage Mutant Ninja Turtles: Out of the Shadows

Awal bulan puasa yang juga bertepatan dengan tanggal 6 juni 2016. Bagaimana sahur pertamanya tadi? Lancar? Apa malah kesiangan? Bagaimanpun sahur kamu tadi, percayalah bahwa, sebaik-baiknya makan sahur adalah makan makanan yang bergizi, bukan makan harapan palsu apalagi janji semu yang ditebar kala awal berjumpa, bukan. Tapi ngomong-ngomong tentang sahur, tadi ada yang bangunin sahur ga mblo,? Apa masih dibangunin jam beker? Apa malah dibangunin petasan?. Yaelah, 2016 hidup mu masih gitu aja mblo, mbok yo ada yang bangunin, ya minimal toa mesjid lha.


Diawal bulan puasa ini, kita akan membahas mengenai atau mereview sebuah film yang berjudul Teenage Mutant Ninja Turtles: Out of the Shadows. Ini adalah sekuel dari Teenage Mutant Ninja Turtles yang keluar pada 2014 lalu.



Ngomongin tentang Teenage Mutant Ninja Turtles: Out of the Shadows, maka kika juga akan ngomongin tentang malesnya umat indonesia dalam mengartikan sebuah bahasa asing. Sadarkah kalian?, bahwa Teenage Mutant Ninja Turtles hanya diartikan sebagai kura-kura ninja? Yap, Teenage Mutant Ninja Turtles memang kura-kura ninja. Tapi, kita hanya mengartikan setengah dari kata Teenage Mutant Ninja Turtles. Yaitu ninja turtles, lalu teenage dan mutant nya apa?? Mbok yo sing genah !!!. Ini sama konyolnya dengan kata ratitus-ratitus yang kemudian diartikan sebagai tikus rumah. Saya curiga bahwa ratitus-ratitus diartikan sebagai tikus rumah, hanya karena dia, tikus yang sering ada dirumah. Atau tikus rumahan, jadi itu tikus ga pernah kongkow bareng kanca-kanca, ga pernah ngetrips sana ngetrips sini, bahkan mungkin ga pernah godain mba-mba spg di mall, jan,. Kasian. Lantas kalau dia adalah tikus yang sering keliatan dijembatan, terus ratitus-ratitus tadi bakal diartikan sebagai tikus jembatan? Atau mungkin, apa coba nama ilmiah atau nama latin dari tikus disko? Tikus yang sering keliatan di disko dan club malam gitu,?.


Kembali ke Teenage Mutant Ninja Turtles: Out of the Shadows. Difilm ini, 4 bersaudara yaitu raph, donatello, mickey, dan leo akan berhadapan dengan komandan krang. Sebelum berhadapan dengan komandan krang, mereka berempat harus terlebih dahulu berurusan dengan rencana kaburnya sheereder dari penjara dibantu oleh footclan. Kemudian juga mereka harus berhadapan dengan 2 mutan jadi-jadian yang di ciptakan oleh sheereder dengan zat ungu yang bisa mengubah manusia biasa menjadi mutant. Sedangkan untuk melengkapi konfilk dari film ini, terjadilah perselisihan antara raph dan leo. Raph tidak suka dengan leo yang menyembunyikan rahasia bahwa zat ungu juga ternyata bisa merubah mereka menjadi manusia, sedangkan disisi lain, leo bersikeras bahwa mereka tidak membutuhkan zat tersebut agar diterima masyarakat di new york. Lantas bagaimanakah kelanjutan jalan cerita dari film Teenage Mutant Ninja Turtles: Out of the Shadows ini? Sampean bisa menyaksikanya dibioskop-bioskop terdekat.



Saran saya, karena ini bulan puasa, jika sampean ingin nonton bareng pacar, mending setelah buka puasa saja. Karena gedung bioskop kan gelap tuh, takutnya pas lagi diputer filmnya, sampean malah jadi buka yang lain, padahal kan belum waktunya buka puasa? Piee jal nek ngono kui??. Terus kalao menurut omragil.id, ini film yang cukup sopan bahkan layak ditonton anak kecil. Maklum, difilm ini sama sekali ga ada adegan cipokanya. Agak gelu juga si kalau sampe ada adegan kura-kura cipokan sama cewe sexy,. Kemleceerrr gimana gitu.
No comments

No comments :

Post a Comment