Ramadhan dan lika-likunya


Kurang dari seminggu, ramadhan akan kembali meyapa kita. Sebagai seorang perantauan, maka jelas saya akan menyambut ramadhan dengan suka cita, pesta pora tanpa cipokan ria. Ramadhan sungguh mulia dan membahagiakan. Satu alasan yang utama sebagai anak perantauan kenapa saya sangat bersuka cita menyambut bulan ramadhan adalah, karena dibulan inilah, satu-satunya bulan dimana saya bisa makan malam gratis dimasjid sehabis sholat magrib. Dimana lagi jal kalau bukan dibulan ramadhan hal tersebut akan bisa dilakukan? Ya ga bisa, Cuma dibulan ramadhan tok. Ini kalau bulan ramadhan bisa diamandemen kaya di UUD, maka saya ingin bulan ramadhan jadi sepanjang 3 atau 4 bulan. Ben ndang sugih saya. Hahaha. Sayangnya, bulan ramadhan tidak bisa diamandemenkan. Sayang sekali.

Indonesia adalah negara dengan kebiasaan bulan ramadhan yang unik dan menarik, jauh sebelum sebuah organisasi ulama tersebar dinegri ini bisa melihat hilal sebagai tanda awal bulan ramadhan datang, dibeberapa aspek justru sudah terlebih dahulu melakukan penyambutan bulan ramadhan dengan lebih eksentrik dan nyeni abis.



Yang pertama adalah iklan. Iklan adalah media promosi sebuah produk tertentu. Menariknya, ada beberapa iklan sebuah produk yang hanya nongol saat bulan ramadhan mau datang, selama ramadhan dan saat lebaran. Setelah lebaran, maka iklan produk tersebut akan seolah-olah hilang dari peredaran. Iklan yang pertama adalah sirup marjan. Entah teori evolusi atau teori hukum ekonomi macam apa yang menyebutkan jika iklan marjan hanya akan berdampak positif terhadap angka penjualan jika iklannya ditayangkan selama bulan puasa, menjelang bulan ramadhan dan saat lebaran. Entah teori macam apa ini?. Lagi pula, jika ada hal yang positif dari iklan sirup marjan, itu hanyalah jalan cerita iklanya yang bahkan lebih menarik dari kisah cinta boy dan reva di serial anak jalanan. Udah Cuma itu aja. Selebihnya? Ya masih harus dibuktikan lagi. 


Benarkah bahwa penjualan sirup marjan meningkat dibulan menjelang ramadhan, bulan ramadahan dan saat lebaran? Karena jika dilakukan survei. Saya yakin, 8 dari 10 orang akan lebih percaya pantene sebagai merk sampo mereka, atau 7 dari 10 orang akan menyatakan bahwa 3 orang tidak menjawab survei itu ngeselin. Sedangkan dilain sisi, emak saya selama bulan puasa juga tidak pernah membeli sirup marjan. Kalaupun ada, itu sirup dengan merk lain dan juga hasil kunjungan dari orang-orang.


Iklan berikutnya adalah iklan sarung gajah duduk sejak 1995. Saya yakin itu gajah pas berdiri udah osteoporosis yah, karena kelamaan duduk sejak 1995. Mbok yoo sekali-kali ngadeg, mlaku-mlaku, golet pacar, jo galau wae koyo koncoku. Berbeda dengan iklan sirup marjan. Sarung ini, meskipun tidak diiklankan pas sebelum bulan ramadhan datang, saya yakin angka penjualanya akan tetap stabil bahkan malah ada kemungkinan akan terus meningkat. Mengapa demikian? Karena hampir semua bapak-bapak dipenjuru desa ditanah air, jika sudah magrib maka mereka lebih memilih mengenakan sarung ketimbang celana. Alasanya jelas, karena dengan menggunakan sarung, maka bapak-bapak tersebut akan lebih gampang dalam nglebokake,.. nglebokake opo mas,?? Nglebokake katok lha mas,.. ujar mu opo ?? mikire lhooo,. Meh puasa iki. Kalaupun memang akhirnya iklan sarung gajah tersebut tetap harus ada, maka hal demikian hanyalah semata-mata demi ajang eksistensi pak wakil gubernur dedy mizwar. Selain itu kini, alasan atau penyebab kenaikan jumlah penduduk, selain mati lampu adalah sarung.  


Kemudian ada dedi mizwar. Apa hubungan antara bung dedi mizwar dengan bulan ramadhan?. Hubungan itu satu, kekeluargaan. Saking kekeluargaanya, kita diberi kesempatan untuk mengenal lebih dekat bung dedi mizwar saat bulan puasa tiba lewat sederet-deret chanel eksistensinya. Mulai dari iklan obat kumur, iklan pasta gigi, iklan sarung, serial para pencari tuhan sampa ucapan selamat berbuka puasa. Sungguh mulia sekali pak wakil gubernur yang satu ini. Jika pak jokowi sampe harus bikin chanel youtube biar tetep eksis, pak dedi mizwar cukup nyengir saja, maka semua rakyat akan melihatnya selama ramadhan melalui Tvnya masing-masing dirumah.



Akhir kata dar artikel ini adalah, selamat menyambut datangnya bulan suci ramadhan di tahun 2016 ini. Semoga kesempatan yang mulia dan baik ini bisa kita manfaatkan sebaik-baiknya, sehingga kita bisa kembali menjadi manusia yang fitri dan bersih pas lebaran nanti. Jangan lupa baju barunya.
No comments

No comments :

Post a Comment