Belajar Setia Dari Totti


Hari ini selasa 27 september 2016, lelaki yang saya lihat pertama kali atau lebih tepatnya pemain bola pertama yang saya lihat dan saya langsung hafal namanya pada saat saya berusia 6 tahun, kini telah memasuki masa senjanya. Kini ia sudah 40 tahun. Usia yang jelas sudah tidak lagi muda. Larinya tak lagi sekencang saat ia masih berusia 20 tahun, tak lagi selincah saat ia membobol gawang inter milan dengan cara mengiring bola nyaris setengah lapangan dan membodohi francesco toldo dengan tendangan chip khas miliknya. Ia adalah lelaki yang kami sebut sebagai pangeran, ia adalah lelaki yang kemudian kami nobatkan ia sebagai raja dari segala raja, ia juga adalah satu kebanggaan kami ditengah minimnya prestasi club dan inkonsistensi penampilan diliga domestik maupun kancah eropa. Ia tak lain dan tak bukan adalah Francesco Totti.



Totti bagi saya seperti dua sisi uang yang saling bertolak belakang namun menjadi satu kesatuan yang utuh. Totti bagi saya adalah dewa kebodohan paling bodoh tapi dilain sisi dia juga panutan saya belajar kesetiaan paling luhur. Totti dilain sisi bisa menjadi pribadi yang sangat menyenangkan dengan kekonyolan dan selera humornya yang mengihibur, tapi sisi lainya ? ia juga manusia konyol dengan kesalahan paling bodoh. Semisal meludahi cristian poulsen di gelaran euro, menedang “si apel busuk” mario balotelli,menginjak kaki andrea pirlo saat ia berkostum juventus, dan masih banyak sederet pelanggaran konyol khas seorang totti. Yang saya yakin akan membuat sampean berfikir demikian,.


Masa seorang totti dolanan balle koyo ngono ,.???

Nek awakmu njuur ngomong ngono,. Maka aku mung bisa njawab,.

Totti juga menungsa,. Ujarmu totti kuui sooppooo...?? opoo malah jarwooo,..??


Sebagai dewa kebodohan paling bodoh tak ada hal bodoh yang dilakukan pemain lain sebodoh seorang francesco totti. Bertahan disebuah club yang bahkan hanya bisa memberikan satu gelar juara serie-a adalah kebodohan, dan sayangnya pula totti telah ikut menyeret saya kedalam lingkaran kebodohanya dengan menjadi romanisti, dengan menggemari as roma sebagai club sepakbola, dan saya cukup bodoh juga untuk mengakui ini. Tapi lagi-lagi, totti adalah referensi paling tepat untuk belajar tentang kesetiaan paling luhur, belajar tentang betapa pentingnya keluarga dan rumah. Sesuatu yang jelas tidak akan anda dapatkan dari sosok seorang mario teguh. Rumah dan kelurga bagi totti adalah hal yang paling penting dari pada kemewahan ditempat orang lain. Itulah mengapa ia tetap bertahan di AS ROMA saat ada tawaran dari AC Milan sampai Real Madrid. Bagi totti...

Memenangkan satu gelar bersama roma jauh lebih penting dari puluhan trofi dengan club lain.


Terakhir kapten, terima kasih karena telah jadi bodoh dengan tetap di AS Roma, terima kasih telah setia dengan kebodohanmu, terima kasih telah mengajarkan bahwa bodoh juga bisa jadi bahagia. Semoga semakin luar biasa kapten, tetaplah jadi kebanggaan kami.

Gelar Pribadi Francesco Totti
Pemain Serie A termuda : 1999
Pemain dalam tim terbaik Euro 2000
Pemain terbaik Serie A : 2000, 2003
Pemain terbaik Italia : 2000, 2001, 2003, 2004, 2007
FIFA 100
FIFA World Cup 2006 : Pemain dalam All Star Team
Pencetak gol terbanyak Serie A : 2006-2007
Sepatu Emas Eropa : 2006-07
USSI Silver Ball Penghargaan fair play di Serie A : 2007-2008
Pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah AS Roma
Penampilan terbanyak sepanjang sejarah AS Roma
Golden Foot Eropa : 2010
Top Skor kedua sepanjang sejarah serie A Itali




No comments

No comments :

Post a Comment