Mba Wagiah

Tentang Relationship Goal

Serial mba wagiah, tentang pandangan hidupnya akan suatu hal kembali menyapa sampean. Seperti yang sudah tim redaksi dari omragil.id janjikan, serial ini akan hadir setiap jumat di bulan ramadhan ini. Kalaupun beberapa hari kemarin mas wagimin dan wagiah kembali muncul dengan cerita perjumpaan dan surat cintanya, itu tidak lain dan tidak bukan, semata-mata demi mengisi kekosongan tulisan. Maklum, tetap istiqomah dijalur yang berbeda itu berat mas mba. Apalagi untuk sebuah blog yang terlanjur ga terkenal ini, mutusin untuk jadi beda dari pada blog-blog yang lain, untuk jadi sesuatu yang unik diantara situs-situs online yang lain, adalah bukan perkara yang mudah. Maka, seribu kata terima kasih tidak akan cukup untuk bisa saya sampaikan kepada sampean-sampean semuanya yang sudah dengan sangat sadar dan sabar membaca blog yang terlanjur ngawur ini.



Sore itu, matahari tenggelam seperti lebih cepat dari pada biasanya, mendung memang sedang sangat akrab akhir-akhir ini. Padahal seharusnya musim sudah berganti. Wagiah masih terduduk disalah satu sudut ruang tamu, sembari membuka satu demi satu halaman buku yang ia pegang. Tampak sangat asik dan khidmat ia membacanya. Diselingi tawa kecil diantara keseriusanya membaca buku tersebut, kemudian saya datang menggangu keseriusanya. Pada akhirnya saya tahu, bahwa ia sedang membaca majalah BOBO, duuh gustii,.. betapa bahagia adalah perihal yang sangat subjektif.

Percakapanpun dimulai, dengan sebuah basa-basi,

Wagiah : selamat sore omragil, gimana perjalanan kesini? Apa banyak nemuin ukhti-ukhti syar’i tadi dijalan ?

Omragil : barakallah mba wagiah, sehat sentosa, . ukhti ? waah,. Saya ga lihat tuuh, tadi Cuma ketemu sama tukang ledeng doank dijalan.

Wagiah : alaaaah oom, jawaban mu serius amat,. Becanda dikit lhoo biar lucu, ingat pembaca mu. Tema kita hari ini apa om,.? Yang agak berbobot lho,.. yang penting gitu, biar bisa mencerahkan umat.

Omragil : sebenarnya, saya bukanya serius yah mba wagiah, takutnya nanti kalau serius-serius sampean minta dilamar, ga enak donk,. Sama wagimin dan wiryo,. Jadi begini mba wagiah, saya memikirkan tema kali ini itu sudah sejak seminggu yang lalu, bahkan saya jadi ga bisa sahur sama keluarga dirumah. Bukan karena mikirin tema ini saya jadi ga bisa sahur dirumah bareng keluarga, tapi yoo,. Karena saya sedang merantau. Jelas too penjabaran dari saya ?? jangan salah paham!. Jadi, setelah satu minggu itu saya berfikir, akhirnya saya memutuskan mba,. Memutuskan satu tema yang mungkin juga menjadi masalah bagi hubungan anak muda kekinian jaman sekarang. Yaitu tentang, relantionship goal. Tujuan akhir dari sebuah hubungan, biar keren jadi pake bahasa inggris.

Wagiah : sampean dasare emang pekok jee oom, tapi saya tertarik dengan tema yang baru saja sampean utarakan. Tapi sebelumnya, untuk memastikan bahwa sampean kesini dalam keadaan sadar dan tidak dalam kondisi yang sedang mendem micin, saya mau tanya dulu,. Pertanyaan saya gampang oom. Jika desi sedang menjalani LDR bersama pasanganya sejauh 540km, sedangkan frekuenzi mereka berkomunikasi dalam sehari hanya sekitar 3 kali, dengan rincian dua kali sms, dan sekali phone sex,. Lalu kemudian datang reno untuk PDKT dan mbribiq, sedangkan jarak rumah reno dan desy sekitar 10m, berapa persenkah kemungkinan mereka melakukan tindakan perkelonan diluar nikah dan selingkuh om??

Omragil : seriusss ?? takon mu kaya kui ?? agi ora komedi ??? phone sex lho,..?? sampean tes maca majalah BOBO terus saiki mbahasi phone sex ??? ndloogookkk iii, pekok sampean,.. jawaban dari saya adalah, kemungkinanya mereka akan diazab dialam kubur dengan siksa yang amat pedih. Pekok awakmu,. Kakean micin pas sahur too ??

Wagiah : haha, ya ora ngono kui,. Jenenge yo komedi, yo ora serius-serius wae,. Sampean kapan openmic maneh? Aku kangen ndeleng sampean ngomong ora ngenah nang duwur pangung tur ora lucu lhoo oom,. Mbok ndang-ndang openmic, stand up lho..

Omragil : wiss,.. wiis,.. kembali ke topik,. Malah ndlewer-ndlewer kemana-mana entar. Langsung ke pertanyaan yang serius mba wagiah,. Sampean katanya sedang dekat dengan wiryo ?? ia benar ?? bisa jelaskan mas wiryo sosok pemuda kaya apa sehingga sampean bisa terpikat?.

Wagiah : sui-sui wawancarane kaya infotainment sing,. Setajam silet yah om,.?? Ora mutu blasss.. benar om, bahwa saya sedang dekat dengan wiryo, pemuda dari kampung sebelah kampung saya di zimbawe sana. Pemuda biasa-biasa saja, tapi ya maaf om, saya ga bisa jelasin secara terperinci.

Omragil : sampean koyo artis yoo,. Jawabane no comment koyo kui,.. oke, berikutnya,. Lantas relationship goal macam apa yang sampean harapkan dari hubungan tersebut?.

Wagiah : ini pertanyaan yang berat, meskipun setiap relationship selalu ingin berakhir dengan sebuah pernikahan,begitu juga dengan saya,  tapi apalah daya manusia melawan takdir. Apa kuasa kita atas kehendak sang pencipta om?. bahkan bukan berarti jika saya akhirnya kini menjalin hubungan dengan wiryo,  bukan berarti saya tidak mempunyai kemungkinan buat menikah dengan wagimin, atau dengan pria lain diluar sana. Iiaa too ??.

Omragil : masuk akal,. Begini mba wagiah,. Beberapa waktu yang lalu, dunia perinstagaraman sempat viral dengan sebuah postingan foto cewe nyium ketek cowo lalu kemudin ditambahi dengan tagar #RelationshipGoal , menurut sampean,. Yang seperti itu termasuk relationship goal kah ?

Wagiah : bagi saya oom, itu adalah pembodohan, dan pelecehan bagi perempuan !. jelas, tegas dan keras. Begini, perempuan itu ga boleh bodoh-bodoh banget dengan maunya nyium-nyiumin ketek cowo, bahkan jika itu ketek sewangi apapun. Tidak, dan jangan mau. Karena, belum tentu juga cewe era modern kaya sekarang ini, mau nyium tangan ibunya. Belum tentu, ya emang masih ada, dan itu perempuan yang duuh, jan, eksekutif banget. Belum tentu juga cewe jaman sekarang mau nyium ketek bapaknya ?? sampean pernah liat ada cewe yang cium ketek bapaknya ? makanya, nyium ketek cowo yang belum jelas masa depannya itu adalah kesia-siaan hidup paling sia-sia.

Omragil : kalo itu saya sepakat. Itu kenapa saya juga tertarik dengan cewe yang menyayangi ibunya. Kode keras,.. hahaha,. Oke, lanjut mba wagiah,. Diera sekarang ini, hubungn kadang sudah melangkah jauh melebihi status hubunganya. Misalkan saja, pacaran,. Tapi udah kelonan, menurut sampean?

Wagiah : dalam suatu hadist dikatakan om, bunyinya kurang lebih demikian,

“dimanakah orang yang cinta mencintai karena keagungan KU? Pada hari ini AKU akan menaungi dengan menunggu KU, dihari yang tiada naungan melainkan naungan KU” (H.R. Muslim)

Jadi jelas om, bahwa,.cinta mencintai atas dasar perkelonan semata adalah sebuah kesalahan dan kemungkaran. Maka barang siapa yang mendekati kemungkaran, maka sesunggunya ia sangatlah merugi.

Omragil : barakallah, semoga mencerahkan. Kemudian mba wagiah, tanggapan sampean terhadap anak SMP yang sudah mamah-papahan?

Wagiah : apaa,..?? anak SMP sekarang sudah mamah-papahan ?? udah bisa cari duit mereka ?? udah pinter banget?? Anak SMP itu harusnya fokus dulu sekolah, belajar biar pinter. Nyenengin orang tua, cuci piring, nyapu, bukan bercumbu rayu gitu. Tapi ya begitu om, susah jadi orang tua dijaman yang semodern gini. Jaman dimana anak ga pegang hp pinter dibilang ga gaul, jaman dimana anak kecil lebih suka mainan angry bird dari pada maenan uncal, umbul, jonjang, lompat tali. Anak kecil kok udah maenan burung, gedenya mau maenan apa jal? Makanya, orang tua juga harus pinter-pinter memberikan wawasan kepada anak sesuai dengan jenjang pertumbuhanya. Didik anak jangan asal yang penting bocahe meneng ga nangis, ga rewel, jika demikian, maka lambat laun anak akan jadi generasi yang manja dan tidak tahan dengan yang namanya proses. Ini semua terjadi juga ada peran mas boy dan reva di layar kaca, coba aja jika mereka berangkat sekolah ga perlu pake ninja, coba aja jika mereka disekolah ga harus pacaran dan gelutan Cuma masalah wedok. Itu semua kan jadi contoh mas.

Omragil : betul si mba,. Mmm,. Oke mba wagiah, sepertinya sesi kali ini cukup sampe disini saja, kebetulan saya sudah ga bisa merangkai kata-kata lucu lagi. Takut garing. Perlu sampean ketahui, comic ga selamanya lucu.




No comments

No comments :

Post a Comment