Tesist Episode 8
Coretan Pembimbing
Sabtu tanggal 22 april, menjadi hari jadian,. Ehh,. Salah,. Janjian
maksud saya, janjian dengan Dosen pembimbing untuk pengerjaan dan bimbingan
tesis kami, yang kamu bisa juga ikuti perjalananya, kisahnya, lika-likunya,
dalam serial Tesist. Dimana lagi kalau bukan di Omragil.id, satu-satunya blog
orang ga penting yang mengangkat kisah yang ga penting juga. Tapi, apalah
artinya blog ini tanpa pembaca, makanya, terima kasih buat kamu yang selalu
nyempetin waktu buat buang-buang waktu demi sebuah kumpulan huruf yang semoga
bisa menginspirasi kamu ini. Begitulah. Nah, tempat bimbingan sudah disepakati
sebelumnya, yaitu di kampus ITB. Kampus dimana mahasiswanya, punya beban hidup
yang bahkan mungkin lebih berat dari pada beban tete mba-mba SPG rokok sebelah.
Menakjubkan.
Berhubung omragil ga pernah tahu itu ITB dimana dan kaya apa
rupanya, maka kisa sepakat berangkat barengan, jadinya, mau tidak mau, omragil
harus berangkat dari solo sekitar jumat sore. Sebab berangkat ke bandung dari
purwokerto pada sabtu pagi. Pada sebuah perjalanan dari solo ke purwokerto, di
jogja akhirnya omragil sebangku dengan mamah muda usia sekitar 30-an tahun
dengan anak satu. Seperti kebanyakan mamah-mamah dimuka bumi ini, atau mungkin
hanya berlaku untuk mamah-mamah di indonesia, mamah-mamah yang satu ini pun
gemar sekali cerita.
Saat omragil membuka obrolan, omragil tidak akan menyangkan
obrolan akan bertahan dari jogja sampe gombong, karena memang ibu itu turun di
gombong. Bayangkan, jogja-gombong itu sekitar 3 jam perjalanan menggunakan bis.
Maka bisa sampean tebak, 3 jam saya sudah bisa tahu siapa suaminya, apa
pekerjaanya, berapa anaknya, berapa saudaranya, bagaimana kisah hidupnya,
bahkan sampe kepertanyaan “ga pengin nambah momongan lagi??” ini pertnyaan yang
saya pikir, hanya akan dilontarkan oleh orang sudah sangat dekat (keluarga,
sahabat dll), atau oleh orang yang sebenarnya modus atau bingung atau bingung
mau tanya apalagi.
Nah, hasil dari 3 jam obrolan ga jelas itu akhirnya bisa
saya simpulkan bahwa, ibu tersebut bekerja sebagai guru pada satu sekolah
swasta di gombong, punya satu anak, bolak-balik gombong-jogja untuk
menyelesaikan s1, suami berprofesi sebagai kepala sekolah, dulu cinlok pada
satu sekolahan yang sama, beda usia keduanya 17 tahun, ibu itu punya 2 saudara
perempuan, yang satu guru SD sedang hamil, yang satu masih mahasiswa di UNS. Gimana
jal? Kurang bisa membuat nyaman gimana jal saya? Orang ibu-ibu baru kenal aja sudah
cerita dari A- Z lho,..
Tapi akhirnya ada satu obrolan yang membuat saya berfikir
keras. Ibu muda ini, menikah dengan laki-laki yang beda usianya terpaut jauh,
17 tahun lhoo mas,.. ibarat kata itu bapak udah akil baligh dan lagi
seneng-senengnya godain cewe-cewe sekelas, ini istrinya baru lahir,baru
loer-loer. Saat sang suami sudah pinter gombalin dedek gemes, sang istri masih
umbelen. Saat sang suami sudah mahir cipokan dengan berbagai gaya, sang istri
masih sibuk mainan masak-masakan dengan teman sebaya. Duuh,.. duuh.. tapi
itulah jodoh.
Pertemuan dua anak adam dan hawa ini dipertemukan pada satu
sekolahan yang sama dimana sang suami jadi kepala sekolah disitu dan sang istri
adalah guru baru di SMA tersebut. Sesuai dengan kata pepatah jawa yang
mengatakan “tresno jalaran soko kulino” yang jika ditafsirkan kedalam bahasa
indonesia berarti “cinta berawal dari sering ketemu”, maka jadilah mereka
saling cinta. Tapi sang ibu tersebut menolak ujaran tersebut. Dengan tegas
beliau berkata, tidak mas,.. tidak,. Saya tidak cinlok,. Dan saya tidak tresno
meski sudah kulino,.. !!!,. tegas, dan mendebaran. Oke buu, kalem.. lanjutkan
cerita sampean.
Jadi begini mas, saat saya bertemu dengan suami saya yang sekarang ini, saya masih dekat dengan seorang laki-laki, tapi bangsatnya (tidak, !! ibu itu ga bilang bangsat sebenarnya, ini kata yang saya bikin sendiri untuk mendramatisir keadaan, harap maklum dan mengerti) itu cowo ga pernah kasih kepastian. Cinta lelah mas menunggu rangga, sejak jaman sekolah SMA, kuliah D3 bareng, Kerja juga dulu sempet satu PT, tapi rangga ga pernah kasih kepastian. Rangga kaya malu-malu kecubung, kaya lemah syahwat, apa malah saya curiga dia itu homo. Ahhh,. apa yang rangga lakuin ke aku ituuuh jahat mas, jahat. (intinya begitu, saya Cuma mendramatisir biar cerita lebih hidup, kamu negrti kan cewe kalo terbawa suasana sok jadi melo terus baper). Tapi akhirnya saya nentuin mas, buat memulai dengan cowo lain yang pasti-pasti aja, dengan cowo yang siap dengan kepastian. Bahkan sampe saya mau nikahpun saya masih deket sama cowo saya itu mas. Tapi ya beginilah hidup mas.
Cerita tersebut akhirnya membawa memori saya jauh,. Jauh keera
sebelum batman berkelahi melawan superman, atau perpecahan melanda iron man dan
captain america. Disaat semuanya masih guyub rukun, tertib dan damai sentosa. Saat
saya masih dengan seorang gadis, sebutlah autan. Setelah sekian lama bersama,
akhirnya dia memutuskan untuk menikah dengan laki-laki lain. Kita masih suka
say helo, atau sekedar tanya kabar dan basa basi busuk sambil seolah dia
memberikan isyarat,. “aku aja bisa bahagia tanpa kamu, kamu kapan bisa kaya
akuu” ,... saya langsung muter lagu sheila on 7 dengan judul,. “mudah saja” ...
Mudah saja,, bagimu,.. mudah saja untukmu,. Andai saja,.. lukamu,. Seperti lukaaaaa kuuu..
Tapi akhirnya, setelah dia punya anak, kita sudah tidak
pernah ada lagi komunikasi. ini adalah akhir dari kisah yang sangat melegenda itu, puufff.
Akhirnya sang ibu itu memberikan wejangan buat saya. Wejangan
yang menohok saya kaya di pukul pake palunya THOR,. Ibu itu berpesan demikian,.
Jika kamu sudah yakin dengan satu gadis, maka langsung saja
kamu nikahin dia. Berkeluarga itu ga perlu macam-macam mas, jika ada satu sisi
dia yang membuatmu nyaman,. Maka percayalah, halangan kaya apapun dalam
berkeluarga bisa kamu lalui.
Nyaman,. nyaman itu apa si? saya berkali-kali mengulang kata ini hingga tak berarti, apakah nyaman seperti versi rizki febrian??
"berada, dipelukan mu, megajarkanku apa artinya kenyamanan,."
atau apa arti nyaman itu, dia dulu juga berkali-kali bilang nyaman,tapi akhirnya,..??jika sampean tahu arti nyaman, silahkan kirim jawabanya via sms,. dikirim ke CP yang ada di header blog ini, siapa tahu jawaban dari kamu bisa membantu saya mengerti artinya nyaman. dan balasan yang kamu terima dikirim langsung dari hp saya lhooo...
Akhirnya dia sampe di gombong, dan pamit untuk turun. Tidak lupa
kita saling cium pipi kiri,cium pipi kanan, cium kening dan diakhiri dengan
pelukan hangat. Tapi itu Cuma khayalan saya. Hahahaha.
Saat ibu itu turun saya langsung muter lagunya seventeen, “lelaki
hebat”
Aku, takan pernah kau kalahkan, walau, hati ini kau patahkan.
Akhirnya jam 10-an lebih saya sampailah di kota purwokerto,
dan seperti biasa, rumah Bapak Sugeng dengan anaknya yang bernama fabriyan
fandi dwi imaniawan akan jadi tempat numpang tidur yang kesekian kalinya. Entah
sudah berapa kali saya menginap dirumah itu, keluarga yang dengan ramah tamah
menyambut saya setiap kali saya butuh tumpangan tidur, barakallah. Semoga senantiasa
diberi kesehatan dan kemudahan,. Aamiin. Dan seperti biasa pula, mas fandi
menjeput saya di terminal purwokerto, laki-laki yang sepertinya sebentar lagi
akan mengakhiri masa lajang.
Sabtu jam 06.30 akhirnya omragil dengan fandi, ibu muda
bernama saghifa dan laki-laki yang kian buncit bernama andrian, berangkat
menggunakan kereta menuju ke bandung dengan tujuan utama ITB.
Masing-masing dari mereka terlihat sudah cukup percaya diri
dengan bahan yang mereka bawa, lantas saya? Ahh,. Kuliah saya habis buat
numpang tidur. Ini jangan ditiru. Ghifa terlihat percaya diri tentang jalur
terpendeknya, ga usah tanya saya apa itu jalur terpendek, ya saya tahu itu
jalur terpendek adalah jalur yang sering digunakan saingan kamu buat nlikung
cewe gebetan kamu, ajuuurr mumuuur kan perasaanmu..
Mas fandi? Mmm, sebagai salah satu aktifis SEO, maka sudah
pastilah dia mengangkat tema yang sama. Hal yang paling mudah buat kamu lakukan
memang adalah hal yang kamu resahkan, atau hal yang kamu kuasai. Cerdas. Lantas
bagaimana dengan mas andrian? Kabarnya dia memutuskan untuk ganti judul, semoga
ga ganti cewe tunangannya juga, kamu tahukan rasanya ditinggal nikah terus
lihat anak mantan tumbuh dewasa dan kian lucu?. Tenang mas, baru satu kok
anaknya. Dengan segala perasaan yang mereka bawa dan berbekal bahan yang sudah
mereka siapkan, kita meluncur ke ITB untuk bimbingan.
Sampai di ITB, disambut dengan pemandangan ukhti-ukhti
dengan jilbab lebarnya. ITB atau mungkin gambaran semua kampus besar dan negeri
di indonesia, adalah tempat dimana disitu ada ukhti-ukhti syar’i, ada mba-mba
berhijab modis, sampe ada cabe-cabean yang masih sibuk cari jati diri. Komplit,
semua kumpul jadi satu. Gambaran mahasiswa ITB jika dilihat dari tekstur dan
gestur muka, mereka adalah manusia dengan beban hidup yang berat. Saya justru
malah curiga, jika mereka lulus dari ITB terus ga dapet kerjaan, saya pikir
mereka bisa gila atau minimal setres, galau akut berkepanjangan. Lha wong yang
kuliah di swasta saja lulus terus 3 bulan ga dapet kerjaan aja sudah kaya mau
kiamat rasane. Kembali ke tesist dan bimbinganya.
Sampe di TB dan siap buat bimbingan, ternyata mas fandi lupa
dengan lembar bimbingan,. Puuuffff.. itu kaya kamu nikah tapi lupa ga beli
cincin nikah. Ga masalah sebenarnya, tapi ga patut, ga kewes kalau kata
emak-emak jaman dulu. Lain kali dibawa ya mas fandi,....
Akhirnya kami pulang dengan PR nya masing-masing, untuk di
bawa lagi 3 minggu kedepan. Kami punya bagian masing-masing yang perlu di
revisi atau diperbaiki. Saya yakin mereka semua masih ingat hal-hal apa yang
mereka perbaiki, lha sayaa... saya lupa itu Dosen pembimbing saya ngomong apa
saja tadi, padahal sudah saya catet beberapa. Hmmmm...
Nb : nantikan vlog tesistnya,..
Subscribe to:
Post Comments
(
Atom
)

mantap om..maju tak gentar mundur tak benar (pepatah jaman bambu jadi pahlawan)..pesen saya jangan lupa mimi susu om meskipun bentuknya kotak
ReplyDeletesudah cek ayobeli.com belum ?
DeleteSaya ceknya ayoobeli.com om
ReplyDeleteSaya ceknya ayoobeli.com om
ReplyDelete