Alis palsu kartini modern
Hari ini tanggal 21 april, sebagai bangsa yang besar karena
sejarah perjuanganya, kita pasti paham kalau hari ini ditasbihkan menjadi hari
kartini. Mba kartini sendiri sudah sangat lekat sekali dengan gelar pahlawan
kesetaraan gender, dialah sosok yang dengan pendirian dan cara pandangnya,
mengubah pola pikir semau masyarakat pada masanya akan peran dan tugas seorang
perempuan, yang akhirnya juga bisa dinikmati oleh semua perempuan-perempuan
tanah air. Perempaun erak kekinian bebas menentukan masa depan, jalan hidup dan
karirnya. Ini semua karena kartini. Tapi sebelum membahas lebih jauh tentang
hari kartini, saya sedang meragukan satu perempuan yang mungkin dia lupa ini
hari apa? Mba zaskia gotik apa tahu kalau sekarang hari kartini? Tapi sudahlah,
kalau dia nanti njawabnya ngawur, terus dapet gelar duta kartini kekinian, ya
kan jadi wagu. Maka, kita hentikan polemik zaskia gotik itu sekarang. Masalah baginya
cukup perihal alis mata yang kurang tebel saja, ga usah ditambahin lagi.
Saya yakin, kalau saya tidak perlu menjelaskan siapa kartini
dan bagaiman dia. Semua buku pelajaran yang sampean terima cukup bisa
mempresentasikan bagaiman kartini sesungguhnya, dan bagaimana pula pola
pikirnya.
Sekarang, mari kita cermati pola pikir dari kartini era
modern. Mba-mba kartini era modern sangat paham dan melek bagaimana cara
membuat alis yang bagus, dan dengan menggunakan pensil alis merk apa. Beda sama
mba kartini yang dulu, yang digambarkan dengan perempuan berkebaya dan
bersanggul. Mana bisa mba kartini era dulu mikirin apakah alisnya sudah bagus
atau belum, mana bisa mba kartini era dahulu mikirin pensil alis yang bagus
warna apa merknya apa dan harganya berapa. Wong masalahnya saja jauh lebih
pelik dan genting dari pada mba kartini kekinian. Mba kartini dahulu itu
mikirin, kenapa kaumnya tidak boleh sekolah tinggi-tinggi, kenapa kaumnya hanya
sebatas ngurusin dapur sumur kasur, kenapa kaumnya pada masa itu ga boleh
menentukan karirnya mau jadi apa. Ini jelas lebih pelik dari pada masalah pensil
dan alis mba-mba semuanya. Masalah alis palsu dan pensil kalian mah ga ada
seupilnya mba kartini era dahulu.
Masalah mba-mba kartini era sekarang paling Cuma sebatas, “duuh,.
Bagusnya pake baju warna apa yah, biar mecing sama celana,.”, “duuh,. Kayanya lemak
diperut tambah banyak dehh,. Ini kok pipi makin kaya bakpao siii,.”, “iihh,..
fotonya jelek,. Aku jadi keliatan gemuk,.”. maka bersyukurlah sampean mba.
Pada akhirnya, jikapun ada satu perjuangan mba kartini tempo
dulu yang berhasil, adalah bagiamana perempuan jaman sekarang bebas sekolah
setinggi yang mereka mau, bebas menentukan karir yang mereka inginkan. Selain itu?
Perempuan jaman sekarang atau kartini kekinian tak ubahnya seperti etalase
dunia, yang siapa saja bisa memandang atau memiliki sesuai dengan apa yang
mereka butuhkan. Jika demikian? Perjuangan
kartini mana yang bakal kau dustakan.
Jikalau saya bisa menuliskan sebuah surat cinta untuk
kartini, maka mungkin akan seperti ini isinya:
Dear mba kartini tercinta,
Selamat, perjuanganmu telah sampailah pada saat yang
berbahagia. Dimana perempuan, kaum mu, bebas menentukan apa yang mereka
inginkan. Mereka sekarang sudah bebas sekolah dimanapun mereka mau, dan
setinggi yang mereka bisa mba. Sampean jan jooss tenan, wonder women be kalah
mba.
Namun mba kartini, dari hasil perjuangan tempo dulu, juga
ada konsekwensi tempo sekarang yang harus dibayar. Sampean bisa lihat mba
kartini, kaum mu sudah lebih cantik mereka lebih modis, dengan alis yang lebih
rapi dan lebih tebal, sayangnya itu palsu mba, jadi ga usah gumun. Alismu ga
akan luntur oleh wudhu kan? Subhanalllah,.. i love you mba kartini.
Mba kartini yang semoga selalu mendapatkan tempat terbaik
disisinya, begini mba, apakah sampean sudah pernah berfikir atau terlintaskah
dibenak sampean, jika generasi sampean pada masa kini lebih mahir
monyong-monyongin muka, bibir, dan jonte-jontein pantat waktu difoto? Bandingkan
dengan foto sampean disuluruh dokumen yang berhasil dibadikan oleh google,
posenya gitu doank, senyumnya msih sesimpul itu, rambut masih dengan konde yang
juga Cuma itu, kebaya yang entah sudah ganti atau belum. Maka selamat mba, kaum
sampean jelas telah melebihi ekpetasi dari apa yang pernah sampean cita-citakan.
Terakhir mba kartini yang cantik, dapet salam dari mba
zaskia gotik, kaum sampean yang ga ngerti pancasila. Saya bingung harus
berekspresi sedih, senang ketawa atau bagiaman saat mengabarkan ini pada
sampean. Tapi meskipun mba zaskia gotik ga ngerti pancasila, tapi mba zaskia
gotik ngerti kok caranya bikin alis palsu yang bagus, sumpaah deeh,. Liat aja
alisnya.
Sekian surat cinta dari saya untuk mba kartini, ga usah
repot-repot dibales, saya yakin mba kartini lagi sibuk di surga kan? Nikmati hasil
perjuanganmu dialam sana mba kartini. Saya cukup bangga sampean pernah lahir
dari bangsa ini.
Ingat.... ga usah dibales,. Takut ngrepotin..
Subscribe to:
Post Comments
(
Atom
)

No comments :
Post a Comment