Tesist Episode 4
Mendadak proposal
Minggu pagi jam 9.00, saya masih ingat sesuatu hal yang
akhirnya membangunkan tidur saya sejenak (karena habis itu saya tidur lagi)
bunyi dering telpon dari seorang gadis yang tidak sempat saya angkat karena
belum sadar benar, dan dering obrolan di goup BBM S2, obrolannya,. Ah, apalagi
kalau bukan tesis, proposal dan lika-likunya. Membosankan, menambah daftar hal
paling membosankan ditahun ini setelah menunggu, dan nonton Man United main.
Mencoba membuka mata sejenak dan melihat hal membosankan apa yang sedang
teman-teman obrolkan, dan tentunya, sebagai laki-laki normal, beberapa hal akan
saya lakukan saat pertama kali membuka mata di pagi hari. Satu mengecek apa
yang terjadi dengan HP saya, kedua, mmm,. Ya tentunya membenarkan posisi titit
yang agak sedikit melenceng dari tempatnya. Ini bukan hal saru, ini tentang
sisi manusiawi itu sendiri. Setelah membenarkan posisi titit agar membentuk
satu garis lurus dan tidak melenceng dari tempatnya, saya sedikit demi sedikit
membaca apa yang teman-teman obrolkan, kurang lebih demikian,
Dini : seteleh komunikasi dengan mba fety, mba fety bilang
supaya proposal dikirim dan harus sampe sebelum atau pas ditanggal 23, dikirim
beserta struk pembayaran tesisnya.
Joko : ia sayang, makasih yah infonya.
Dani : makasis sis,.. cek IG kita giih,. Ada katalog baru
lhooo,.
Fandi : numpang nyepam ya mas,. Kalau mau cari kemeja yang
bagus imaniawan clothink tempatnya.
Begitulah kira-kira. Meskipun saya belum sadar benar, tapi
saya masih bisa berucap dalam hati,
kammprett,. Tanggal 23 harus sudah nyampe dan kamu ngabarin
tanggal 20 ??, harus sudah di bayar juga?, harus sama proposal tesis juga,.?
Proposal tesis sehuruf pun belum,.. ahhh tekek,
Dan akhirnya, saya memutuskan untuk,... tidur lagi..
![]() |
| sebuah karya biasa-biasa saja, dari orang yang sudah terlanjur biasa-biasa juga |
Saya berfikiran bahwa jam 9.00 masih terlalu pagi buat
bangun di hari minggu, apa lagi saya baru saja tidur badha subuh, setelah
begadangin kang mas totti dan as roma-nya. Saya jelas butuh bangun tidur yang
lebih siang, dan obrolan di BBM sudah menggangu selera tidur saya.
Tidurpun jadi ga nyenyak, bawaanya gelisah, tahu-tahu udah
basah, ga,.. yang terakhir saya boong, sueer.
Saat tidur, entah terbawa sugesti atau memang kepikiran.
Saya jadi mimpiin judul tesis, kampret. Tak cukup menggangu waktu saya saat
siang dan pagi hari, kini tidurpun harus dimimpiin tesis. Ini tesis lama-lama
kaya mba-mba SPG nih, suka maksa. Pufff.
Akhirnya jam 12.00 saya baru benar-benar bangun. Males emang
kalo hari libur dan minggu, ga usah tanya kenapa, itu ranah privasi mas mba.
Jam 12.00 itu, saya melakukan beberapa hal, mulai dari nyuci, mandi dan makan.
Hal yang mungkin ga pernah dilakukan artis manapun di negri ini. Dan saya baru
saja melakukannya, hebat.
Singkat cerita, dengan segala tekanan yang ada, satu malam
itu saya memutuskan untuk membuat proposal tesis, dengan judul yang sekuat
tenaga saya karang. Entah akhrinya judul ini bakal diterima atau ditolak, toh..
pdkt sama cewe aja sering gagal, apa lagi ngajuin judul tesis. Berdoa saja.
Bantuin ya sist,. Cek IG kita donk, ada katalog baru lho...
Subscribe to:
Post Comments
(
Atom
)

No comments :
Post a Comment