Tesist Epidode 5


Milih Pembimbing

Rabu itu saya bangun agak siang, jam 9.00 tepatnya. Mengapa? Karena setiap rabu, saya harus bertandang ke kampus jogja. Kebetulan yang entah disengaja oleh siapa, setiap hari rabu saya kebagian jadwal mengajar dikampus jogja. Sebuah rutinitas yang dilain sisi membahagiakan disisi lainya melelahkan. Solo-jogja, meskipun bukan jarak yang terlalu jauh, akan tetapi dengan kebagian jadwal sore hingga malam, maka mau tidak mau saya harus pulang dan sampai solo setiap nyaris mau tengah malam. Rutinitas ini jelas membuat saya lebih sering melihat dan mungkin sesekali berinteraksi dengan mba-mba gituan dibelakang terminal tirtonadi. Duuh, dilema. Ah, mungkin cukup itu sebagai prolog cerita pembuka kita kali ini mengenai Tesist. Sebuah panduan tugas akhir, skripsi, ataupun tesis dengan segala lika-likunya, yang saya ceritakan dari sudut pandang saya sebagai penulis dan content writter yang sudah sangat lekat dengan stigma “manusia ngaco”, dan omragil.id hanyalah salah satu wadah tempat saya ngaco.


Rabu itu, sebelum saya bersiap mandi, saya melihat notifikasi hp terlebih dahulu, dan satu email masuk ke email kantor saya, mungkin ini penting. Sayapun akhirnya memutuskan untuk membuka email, belum sampai saya buka ke isi emailnya apa. Dilayar inbox sudah tertulis email tersebut dari siapa dengan maksud apa. Email tersebut ternyata dari mba fety, seorang mba-mba staf pasca sarjana ditempat saya kuliah. Mba-mba yang sudah entah berapa kali saya ingatkan untuk tidak memberitahukan apapun dengan “ndadak”. Tapi mungkin seakan sudah jadi kodrat perempuan, waktu itu dia kembali memberitahukan saya dan teman-teman lainya tentang form pendaftaran tesis dan pemilihan dosen pembimbing. Fix, mba yang satu ini ga pernah ngertiin saya, atau dia yang Cuma mau dingertiin doank? Ahh,. Entahlah.


Merasa bahwa itu mungkin bisa dikerjakan nanti jika sudah sampai dijogja, maka saya putuskan untuk tidak membuka emailnya lebih jauh. Maka selanjutnya sudah jelas, saya pergi mandi sambil sesekali membayangkan pevita pearce, aah,. Saya ngaco kan.


Sampainya dijogja, ahhh,. Banyak mba-mba gemes mahasiswa depan kampus. Puff, untungnya saya profesional, jadinya saya ga godain mba-mba tadi. Cukup, nanti saya khilaf.


Kembali melihat isi email dari mba fety, disitu saya harus mengisikan 3 nama calon dosen pembimbing, dan pastinya salah satu diantara ketiga tadi akan jadi dosen pembimbing saya. Melihat fakta tersebut saya jelas harus memikirkannya dengan sangat cermat dan matang. Tapi selain itu, saya baru menyadari bahwa ternyata milih itu adalah suatu kegiatan yang mengasyikan. Bayangkan jika ini juga berlaku didunia percintaan, mungkin saya tidak akan ditinggal nikah 4 kali, mungkin juga joko ga akan di php-in oleh,. Emm,.heem... sungguh, ini mengasyikan.



Mari berandai-andai jika saya diberikan kesempatakan untuk mengisikan form calon istri, dengan boleh milih 3 perempuan, dan salah satunya pasti akan jadi istri saya. Duuh, asyik nih. Maka saya akan mengisikannya dengan nama-nama berikut :


Gita Gutawa
Okeh, saya akui kalau saya makjleb saat pertama kali melihat gadis berlesung pipi dan bergingsul ini. Parasnya waktu itu menggambarkan cantiknya perempuan secara natural, kombinasi yang makin langka dengan lesung pipi dan gingsul-nya, duuuh,. Jadi pengen nglamar kamu deekk. Belum lagi suara khasnya, bagaimana mungkin saya lupa. Lagu pertama yang deek gita gutawa nyanyikan bersama ada band sudah cukup membuat hati saya porak-poranda. 


Masrhanda (sebelum gila kaya sekarang)
Saya adalah lelaki generasi 90an yang dewasa dan tumbuh selaras dan sejalan dengan pertumbuhan dan kekontoversian seorang marshanda. Kalau sampean percaya, kala marshanda masih membintangi serial bidadari, itu adalah moment marshanda paling cantik sekaligus paling waras. Kala itu, neng marshanda masih menjadi gadis imut lugu dengan aksen ngomong yang unik dan ekspresi yang juga menarik. Kombinasi yang saya yakin jika semua lelaki angkatan saya jujur, maka marshanda adalah cewe yang wajib disukai kala itu.


Acha septriasa
Saya harus jelaskan mba-mba cantik ini dari segi mananya? Senyumnya yang lebar dan memikat?, dua gingsul nanggung yang tak banyak orang tahu? Atau garis mukanya yang membentuk kecantikan nan menggoda?.
Seasyik itu milih yah? Bayangkan saya boleh memilih ketiganya dan salah satunya sudah pasti jadi istri saya. Duuuh, nikmat Tuhan mana lagi yang bakal saya dustakan jal??


Kembali ke milih pembimbing. Sayangnya, milih dosen pembimbing tidak akan semudah itu. Kenapa? Karena pertama, saya lupa siapa saja nama dosennya. Kedua, dosen-dosen yang sering kebagian jadwal mengajar secara kebetulan juga dosen yang gagal ngajarin saya tentang mata kuliahnya. Atau saya yang gagali mengerti mata kuliahnya? Entahlah.


Akhirnya saya memutuskan untuk menghubungi joko, teman yang sudah 8 tahun lebih bersama dan pastinya dia punya pemikiran yang mungkin nyaris sama dengan saya untuk hal yang satu ini. Ditambah dia juga satu-satunya teman yang ikut dimarahin pak dosen yang profesor itu untuk mata kuliah SPK. Puufff. Kenapa saya tidak tanya mas fandi? Karena dia pasti punya pemikiran yang lebih rumit dari saya, sedangkan saya sedang ingin yang sederhana-sederhana saja.


Percakapan saya dengan mas joko, seorang laki-laki dengan trakcrecord yang menakjubkan untuk kisah percintaan, kurang lebih berjalan demikian.

Omragil : ko milih pembimbing sapa juuut ??

Joko : embuh leehh,.. lha ko sapa juuut,..

Omragil : padakna baen lha,. Men bareng..

Joko : *pesan bergambar,. Mba pevita pearce lagi nungging,... bwhahaha,... GA.. SAYA BOHONG.

OmRagil : *saya kaget karena dua nama dosen yang sidorkan mas joko, punya prestasi yang sangat bagus dalam hal membuat saya tidur dikelas setiap kali mendengar kuliahnya, maka saya pun protes.
Juuut,. Sayuti mbi samidi ?? ora salahh,.?? Urung marem didomehi ?? urung marem ulih bingung??

Joko : lha terus sapa juut,..?

Omragil : dela tek takon.

Omragil : kaya kie baen,. 1. Prof, Sfaratun, 2. Bpk mamat waluyo 3 Ibu Dwi rini arini

Joko : kaya kue ? Bpk mamat waluyo temenan ??

Omragil : iya temenan, men langsung lulus.

Joko : tapi nek kue ra tau bimbingan mung dikirim email tok

Omragil : ya maen malah, dadi ra ngentong-ngentongna duit.

Joko : ia sii,.. tapi sing tek butuhna aku bimbingane.

Jleeb,.. jedeeeeerr,... 8 tahun lebih temenan, baru kali ini mas joko ngomongnya bener.

Joko : ya wis,. Kaya kue ya kena,. Tapi Bu dwi nomer 2 ya,.

Omragil : okehh,.

Joko : bu dwi ayu lhooooo

Njiiirrrr,.... kie bimbingan tesis mas,. Udu modusi bu dosen,... puuufff,. Mbeke diomong bener wis ngaco maning...


Jadilah saya memilih 3 nama dosen tadi, yang ketiganya sudah saya samarkan namanya. Setelah itu, kegalauan lainya datang. Saya tidak terlalu galau siapa dosen pembimbingnya, saya cenderung lebih galau dengan kemampuan saya yang sepertinya tidak bertambah. Puuf..


No comments

No comments :

Post a Comment