Mas indra dan saiful jamil


Sampai dititik dan diwaktu ini, saya masih bingung mengapa ada saja kaum laki-laki yang sudah tidak tertarik sama tete lalu memutuskan untuk jadi maho. Faakkk, goblok sampean. Apa menariknya titit coba ? setiap hari sampean lihat pas mau kencing kan? Setiap hari dipegang-pegang juga? Masih kurang puas pegang titit sendiri terus memutuskan untuk pegang titit orang lain?. Sesat kalian. Saya juga akhirnya jadi tambah bingung, saat seorang penyanyi dangdut fenomenal dengan komentar-komentarnya yang spektakuler dan membahan sehingga mengantarkan kontes dangdut yang bliau juri-in mampu bertahan sampai dengan sesion 3, waaoow,..waaooowww,... waaooow.. tertajerat kasus pencabulan anak dibawah umur. Sekali lagi, waoooww,...waoooowww...waoooww... lebih keras,.. waooowww,...waaaooowww....waooooowww. oke, terima kasih. Dalam kasus ini, sekali lagi kita harus sadar dan tanggap, bahwa maho, mungkin bukan perkara titit semata, tapi juga melibatkan silit dalam hal ini, kasus penyanyi dangdut tersebut.

Sampean tahu siapa penyanyi dangdut yang saya maksud? Kali ini kita tidak akan menyebutkan nama, tapi marilah kita sebut dia sebagai saipul jamil dengan inisial SJ. Dengan melihat dengan sadar bahwa ini adalah kasus pelecehan anak dibawah umur, lebih khusus tindak asusila pencabulan, maka kita bisa menganalisis bahwa kemungkinan sang pelaku selain menghidap kelainan seksual malah bisa jadi juga mengidap phedopilia. Waooww, bahaya. Tapi itu barulah asumsi. Mungkin bisa jadi juga, mas SJ, Cuma benar-benar khilaf seperti apa yang dia katakan kepada pihak kepolisian saat diintrograsi. Tapi, bukankah kita juga boleh dan sah-sah saja untuk sekedar menduga-duga? Toh, kasus ini sudah jadi konsumsi publik. Mungkin benar bahwa mas SJ khilaf, dia khilaf ga bisa bedain mana tete mana titit. Orang depanya sama-sama T, ia kan ?.
mangkel adalah, saat sudah selese ngedit sudah disave, terus ternyata tulisannya salah,. faakkkk

Sebelum bliau mas SJ ini ngetop dengan kasus pencabulan anak dibawah umur, sampean juga pasti tahu bahwa mas SJ telah memiliki prestasi yang tidak kalah spektakulernya. 2 kali menikah, dengan 1 kali cerai. belum lagi jika kita melihat bahwa faktanya, mas SJ ini memang kerap disebutkan gonta-ganti cewe. Maka, tidak heran jika kita pas pertama denger atau baca dan tahu kasus ini, akan seolah-olah seperti tidak percaya. Wajar. Apalagi kita sama-sama tahu bahwa istri pertama mas SJ adalah sesama penyanyi dangdut yang amat sangat ngetop dengan goyanganya tersebut, yaitu mba DP. Maka tidak akan habis pikir kita mengapa mas SJ benar-benar maho, wong mantan istrinya hot gitu. Disini kita belum menambahkan faktor bahwa beliau juga seorang Haji, bayangkan Haji, Haji maho kan dosanya berlipat-lipat. Maka dengan demikian, ketidakpercayaan dengan kasus ini pastilah ada. Tapi faktanya, polisi sudah menetapkan mas SJ ini sebagai tersangka, dengan bukti-bukti yang kuat.

Tapi, menghukum dan mengahikimi bukanlah ranah kita sebagai manusia biasa, apalagi bagi umat seperti saya, yang nikah saja belum. Marilah kita membahas kasus ini dengan lebih manusiawi, melihat unsur kemanusiawianya. Pertama, mengapa mas SJ dengan tega mencabuli anak di bawah umur? Dan apakah mungkin mas SJ ini maho?. Mari kepernyataan awal saya, dimana asiknya mainan titit orang mas? Orang sampean juga punya, mbok yoo mikir,...  dan juga, apa enaknya main dari silit mas ??? mbok yo mikirr,..... uuteeekkkkmuuuu lho mas.

Jika memang kasus ini benar-benar terjadi dan terbukti dipersidangan nanti, maka satu hal yang saya takutkan, akan menimbulkan semacam trauma bagi korban. Yang lebih jauh lagi, mungkin malah bisa juga, korban menjadi pelaku tindak kejahatan yang sama dikemudian hari. Jika ini benar-benar terjadi esok hari, maka selamat mas, anda baru saja mengukir sebuah prestasi dengan mengancurkan masa depan satu remaja, dan akan banyak remaja lainya di waktu yang akan datang. Ini bukan prestasi yang main-main mas. Pertanggung jawabanya di akherat berat inih. Mbok yo mikir, sampean haji lho.

Sekali lagi, maho bukan perkara titit semata, tapi juga silit

Sebelum kasus ini dan akhirnya mas SJ ditetapkan sebagai tersangka, juga ada kasus sebelum nya yang melibatkan mas Indra bekti dengan beberapa mas-mas. Kasus ini sendiri, sampai sekarang belum menemui titik terang. Yang jelas dan terang itu satu, yang sering tampil di TV dengan pesona kebanci-bancian, mungkin bisa juga dia maho, tapi juga belum tentu juga. Sayangnya, TV selaku media penyiaran publik, lebih sering dan lebih suka mengorbitkan “banci” atau mereka yang rela tampil jadi “banci” demi mendulang rating penonton dan juga pemasukan lewat iklan. Dan itu juga didukung dengan sikap kita, yang kadang merasa jijik lihat banci, tapi kalau TV sudah menampilkan sosok kebanci-bancian untuk ditertawakan, ya tetep saja kita tonton. Faakkk, munafik kita. Padahal, awal mula dari tindak kejahatan asusila wabil khusus sodomi dan pencabulan terhadap anak adalah tayangan yang kebanci-bancian tersebut. Nah, jadi kita semua, adalah sebuah mata rantai dari tindak kejahatan kemerosotan moral yang akhirnya menimbulkan tindak kejahatan besar macam asusila dan lain sebagainya. Sikap.










   
No comments

No comments :

Post a Comment