Untuk Mu Pak Hakim

sebenarnya, saya agak takut, dan kurang berani untuk menuliskan ini, apalagi yang mau kita omongin ini adalah seorang hakim, yang pastinya beliau ini adalah orang yang melek banget dengan hukum, orang yang bener-bener tahu akan persoalan mana yang hak dan mana yang bathil, seseorang yang pas kuliah saja, bahan bacaannya bisa lebih berat dari pada beban jomblo yang tiap bulan dapet undangan nikahan mantan. asli, saya takut. saat nulis ini, saya banyak-banyakin berdoa, semoga beliau yang terhormat itu tidak baca tulisan saya. aamiin ya Allah, lindungilah saya dari hakim-hakim dzolim macam ini. oke, tapi apapun itu, suara harus disuarakan, pendapat harus dikemukakan, agar khalayak ramai juga semakin paham dan tercerahkan. demikian.

yang terhormat bapak hakim,

ini adalah suara dari pemuda 25 tahun yang sedang merintis jadi comic, tapi jangan suudzhon, saya jadi comic bukan pengin terkenal pak hakim, bukan, itu cita-cita yang terlalu mulia, bukan pula untuk nambah follower, juga bukan, ya, meski follower twitter saya cuma 97, folower instagram cuma 21 (itu folower saya dengan bulu hidung pak hakim, juga pasti lebih banyak bulu hidung pak hakim, iaa,.. thoo ??), saya jadi comic itu biar gebetan mutusin pacarnya, saya jomblo yang penuh dengan dengki, iri dan tidak tenggang rasa memang. jahat.

begini pak hakim, akhir desember 2015 lalu, bapak hakim baru saja memutuskan sebuah kasus yang sangat mahadahsyat buat negri ini, sebuah kasus yang memang menjadi bahan tak kunjung usai selama berbulan-bulan, bukan, bukan kasus pertikaian antara ahmad dani dan farhat abas, masa ia pak hakim yang terhormat nyidang kasus remeh temeh ga jelas gitu, mending gantiin saya nyidang tugas akhir mahasiswa aja. kasus tersebut ialah, pembakaran hutan. 

pak hakim, saya hakul yakin bahwa pak hakim juga paham dan ngerti, bahwa pembakaran hutan itu, memakan korban puluhan nyawa, merugikan orang ratusan ribu, dan mengganggu hubungan bilateral beberapa negara. jika pembakaran hutan tersebut tidak usai sampai hari ini, saya yakin, perekonomian dunai bisa jatuh, perang dunia bisa kembali berkecambuk, tapi tenang, untuknya pak hakim bisa menyelesaikan masalah ini dengan amat cool, humble and to be continue..

saya merasa perlu angkat topi buat pak hakim, pak hakim benar-benar mencerminkan hakim diindonesia yang sudah sangat hapal dan matang tentang hukum, entah hukum pidana, perdata atau hukum ciuman sebelum pacaran, yakin saya mah. ga kaya anak jurusan IT pak, mereka lama-lama kuliah jurusan komputer tapi kadang ga bisa ngikutin perkembangan IT itu sendiri, kan malu-maluin. saya dan teman-teman merasa perlu untuk mengangkat pak hakim sebagai, duta hakim paling appaalah di indonesia. salut pak.

saking saya takjub dengan bapak, saya sampai tidak bisa mengikuti logika berfikir bapak tentang kasus pembakaran hutan tersebut. bapak dengan sangat cool, humble dan penuh pesona berucap 
dari sumber : saya lupa dari mana


"pembakaran hutan tidak melanggar hukum, karena nanti bisa ditanami lagi"


waooowww, pak,. saya benar-benar terkesima, dan nyaris jatuh ngangkang dengan pernyataan bapak. kalau kata syahrini mah, "sessuaattuu yahhh",.

tapi satu yang mungkin bisa saya garis bawahi, "bisa ditanami lagi" dalam konteks pernyataan bapak mungkin maksudnya adalah, nanti hutan tersebut bisa ditanami lagi, dengan sawit, tembakau, atau apalah yang dibutuhkan PT tersebut. bwadalah pak,. sampean jan visioner banget. pak jokowi perlu segera mengangkat bapak jadi ketua MK mah. 

kemudian, jika logika berfikir bapak yang sangat positif tersebut (cari aman cooy.. biar ga dituntut,. karir stand up terancam kalau saya dituntut),.jika akhirnya juga logika positif ala bapak hakim diterapkan oleh anak muda anak muda jaman sekarang, kira-kira bakal seperti apa yah?, apa bapak pernah membayangkan jika dikemudian hari akan ada anak muda anak muda yang berucap enteng demikian, 


"nganu sama pasangan diluar nikah itu ga papa, asal ga sampai hamil"



"bikin video mesum juga ga papa, asal jangan sampai tersebar"



"jadi ayam kampus itu ga dosa, selama bapak ibu dirumah ga tau"


gimana pak hakim? luar biasa sekali kan, efek logika ala pak hakim. jadi, saya cuma berharap, pak hakim bisa senantiasa menjadi umat yang selalu mawas diri dan bermuhasabah.

sebagai pemuda, saya selalu berharap, bahwa, para pemilik kebijakan, para pengambil keputusan dan penegak hukum, bisa berbuat lebih pas dan lebih terhormat sesuai dengan tanggung jawab yang mereka pikul.

demikian pak hakim, ga usah terlalu serius baca tulisan saya. 
No comments

No comments :

Post a Comment