Menggugat Kekampretan Rudi Garcia

Selamat siang waktu indonesia bung Rudi Garcia, apa kabarnya sampean? Sehat tho? Begini bung Rudi garcia, sebelum kita bicara lebih jauh, dan ngomongin banyak hal, alangkah baiknya kita saling kenal dulu, biar makin akrab, siapa tahu setelah makin akrab, saya bisa pinjem duit sama sampean. Perkenalkan Bung Rudi Garcia, saya adalah pemuda 25 tahun yang sudah 4 kali ditinggal nikah, seorang jomblo yang penuh dengan dengki dan dendam, wabil khusus kepada mantan-mantan saya yang sudah pada nikah, punya anak dan hidup bahagia. Saya dengki, dendam, dan iri kepada mereka, kapan saya bisa nikah dan punya anak jal? Setiap kali mereka upload foto anak mereka, jan,. Saat itu juga saya merasa terdzolimi sekaligus merasa memiliki dalam waktu yang bersamaan. Kok, kadang saya merasa jadi ayah saat liat foto anak-anak mereka, padahal itu bukan anak saya. Bwadalah kok malah jadi curhat gini, maaf bung Rudi Garcia, jadi baper lan ga sopan gini. Sekali lagi maaf.

Tetapi satu hal yang lebih penting bung Rudi Garcia, saya adalah romanisti garis geras, walau hanya sebatas tifosi layar kaca. Saya sudah ngefans sama kanjeng kang mas totti sejak usia saya masih 6 tahun, saat saya kencing aja kadang masih perlu dipegangin orang, saat saya masih ngompol dengan diawali ngimpi kencing di wc, apa sampean pernah ngimpi kencing di wc yang ternyata sebenarnya anda ngompol? Jika belum, berarti kita memang sudah dari lama tidak sehati dan sepandangan hidup. Wajar jika akhirnya kini saya memendam kekecewaan yang teramat sangat kepada sampean. Bahkan sampai sekarang saya masih inget, hal-hal apa saja yang kanjeng mas totti lakukan, dari mulai ngeludahin cristian poulsen, njorogin pelatih pribadinya, sampai dengan nendang si apel busuk mario balotelli. Tapi tak apa, kanjeng mas totti sah-sah saja melakukan apapun yang dia suka, namanya juga raja bukan sembarang raja. Dia raja kota abadi, raja kota roma. Nah, beda ceritanya dengan sampean yang Cuma pelatih yang gitu-gitu aja formasinya. Jan blas ora ono fariasine blas.
Rudi Garcia a.ka. kampret

Tapi bung rudi garcia, saya mau tanya dulu, sampean itu lebih suka dipanggil Rudi? Garcia? Apa dipanggil kammpreett? Gimana kalau kampret saja? Biar saya lebih menjiwai dalam menulis keluh kesah saya sama sampean.

Bung Rudi garcai a.k.a kampret, sampean jelas paham dan sadar, bahwa ini adalah musim ke tiga sampean di trigoria, markas roma. Itu artinya juga, sampean sudah 3 tahun lebih berkelana di liga italia, sampean apa nda sadar-sadar, jika liga italia itu adalah liga yang sangat taktical, ini bukan liga prancis dimana sampean pernah juara dengan lille dahulu. Bukan bung, catet, ini liga italia bung. 

Sampean mungkin pernah datang dengan membawa optimisme tinggi diawal kedatangan, dengan menang beruntun dan mematahkan rekor perolehan nilai tertinggi club di liga, tapi ya tolong dicatet, itu Cuma diawal liga, diawal sampean datang. Habis itu? Ambyaarrrr semuanya. Setelah itu, romantisme romanisti berubah menjadi sumpah serapah paling sampah yang pernah ada. Diera sampean juga roma kalah telak 2 kali dari club-club besar, 7-1 lawan munchen, dan 6-1 lawan barcelona.

Diera sampean juga rekor hasil imbang paling banyak, susah kembali bangkit setelah kalah, dan gampang hilang konsentrasi. Satu hal yang paling membuat saya heran sama sampean, sampean dari jaman pertama datang, sampai tahun ketiga ini, tak sekalipun sampean maen dengan formasi selain 4-3-3, ini sebenarnya sampean ndableg apa ga tahu formasi selain itu. Tapi apapun itu, membahas formasi bukanlah ranah saya. Saya ga mau disamain dengan pandit atau yang lainnya yang bahas sebuah hasil pertandingan hanya berkaca pada formasi dan cacatan statistik pertandingan, pandangan saya ga sedangkal itu bung.

Tapi satu hal yang saya suka sama sampean, sampean setelah pertandingan, entah itu hasilnya menang, kalah, atau seri sampean tetap bisa berfikir bijak dan amat sangat positif, melalui pernyataan sampean sebelum dan sesudah pertandingan, saya lantas berfikir, mungkin sampean sebenarnya lebih cocok jadi motivator. Apa sampean mau gantiin om mario teguh yang sudah makin botak?
Terakhir bung rudi garcia a.k.a kampret, karena tulisan saya kali ini sudah sangat panjang, saya memohon dengan sangat. Cobalah untuk mengganti cara bermain, bagi kami tifosi layar kaca, kadang kami tidak peduli bagaimana cara tim main, kalau hasilnya menang tim mau main muter-muter juga tetap akan kami sanjung. Kalau kalah? Jangankan muter-muter ga jelas, tim sampean maen cantik saja sudah jelas kami buly.


Demikian bung rudi garcia, saya sarankan sampean untuk ambil liburan lebih cepat dari seharusnya, karena sampean jan memang perlu piknik je. 
No comments

No comments :

Post a Comment