Anak Jalanan,Haram !
Di 2016 ini, blog omragil.my.id akan lebih fokus untuk mencerdaskan banyak umat, semata-mata agar umat dan masyarakat umum semakin tercerahkan dan makin bisa bertindak yang lebih bijak. salah satu yang akan omragil.my.id lakukan adalah control public terhadap sesuatu yang tidak mendidik dari serangkaian acara di TV. Gimana?? luar biasa sekali mbok??? sampean pasti juga kaget dan kagumkan?. Yaiyalah, saya saja kaget. Kenapa OmRagil.my.id memilih ranah yang demikian?Alasan yang pertama adalah semakin sedikitnya orang yang ingin ikut serta aktif dalam menjaga perdamaian dunia serta keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia. Keren. Maksud saya begini, kita atau bangsa indonesia wabil khusus, adalah bangsa yang wagu, mengapa wagu?, kita sering melarang satu hal dengan satu peraturan dan ketentuan tertentu, namun hal dan peraturan tersebut tidak lantas juga jadi larangan buat hal yang lainnya. Sampean bingung? gini saya jelasin. Beberapa waktu yang lalu, salah satu stasiun tv swasta sebutlah dia global TV, menanyangkan kembali serial dragon ball. Baru beberapa kali episode, dragon ball sudah kena cat dari KPI selaku organisasi pengawasan penyiaran. sampai titik ini, saya harus jujur bahwa saya tidak terlalu tahu menahu kenapa KPI mengCat Dragon ball, mungkin karena bulma lebih sering umbar tete dari pada bantuin ayah dirumah. Atau, kakek kura-kura lebih seneng liat majalah porno dari pada ngelatih son goku dan kuririn kamehameha. Jorok emang itu kakek-kakek. Tapi, pada konteks tersebut, yang salah bulma dan kakek kura-kura, bukan dragon ball secara keseluruhan. Toh, dragon ball adalah cerita tentang pemuda bernama son goku, yang rajin kerja keras, membantu ibu dirumah, tidak sombong dan penyanyang. Kurang teladan apa coba son goku?. tapi mengapa dragon ball yang di cat? bukan bulma dan kakek kura-kura saja yang diblur atau dicat adegannya.
atau mungkin, kenapa dragon ball di cat adalah karena, son goku lebih sering berkelahi dan gelut dengan kamehameha, dari pada belajar dirumah. jika alasannya ini, maka sejatinya, kita memang bangsa yang wagu dan dangkal sekali. sungguh, keadilan sosial memang sudah jauh dari negri ini.
mari kita bandingkan dengan salah satu tanyangan favorit emak-emak dirumah, yaitu "Anak jalanan" dengan Boy dan revanya.
jika alasan dragon balll di cat, karena bulma lebih sering umbar tete, dan kakek kura-kura lebih suka liatin majalah playboy, maka mungkin "anak jalanan" bisa dibilang lebih baik. meski, saya yakin, ini masih bisa kita perdebatkan lagi.
kedua, jika son goku di cat karena dia menonjolkan sisi kekerasaannya. nah, sampai sini kita bener-bener wagu, sampean besok liat "anak jalanan" dari berapa durasi tersebut, catet berapa kali geng boy berkelahi dengan geng sainganya, tolong itu dicatet, bandingkan dengan dragon ball. dragon ball dalam satu episode yang paling mentok cuma 45 menit, adegan berkelahi cuma di segmen terakhir yang paling lama cuma 5 menit. ditambah, dragon ball itu cuma kartun lho mba mas,. kartun,. yo masa iya, anak sampean bakalan mati karena ikut perang-perangan ala dragon ball pake kamehamehaaaa.. ? ya kan wagu..
ketiga, son goku itu terbang bukan naik ninja, ya masa iya, anak sampean minta dibeliin awan kinton karena habis nonton dragon ball?. paling banter, dia cuma bakal pura-pura bisa terbang. persis, persis, dengan apa yang saya lakukan sewaktu kecil. bisa terbang dengan hanya bermodal taplak meja milik emak, pura-pura jadi kesatria baja hitam bermodal kertas yang dilipet-lipet terus.. simsalabim,,, jadilah topeng baja hitam.
sedangkan efek domino dari "anak jalanan", banyak anak smp yang akhirnya minta dibeliin ninja atau cbr, ya kalo bapaknya punya uang berjuta-juta kaya lagunya joshua.. beli ninja mah tinggal diitung.. kreditannya ... ini juga berkesan bertolak belakang dengan kebijakan pemerintah yang katanya ingin mengurangi kemacetan, mengurangi tindak kejahatan begal dan balapan liar, tapi malah kita dikasih tontonan seperti itu. yang disayangkan lagi, semua media TV kita ikut latah dengan membuat acara yang serupa.
"boleh ada aksi kekerasan yang penting bukan film kartun"
yang lebih mengkhatirkan, "anak jalanan" juga berisi banyak umat-umat pengumbar kemesraan ditempat umum tanpa memperhatikan dan toleran kepada fakir-fakir asmara, ini jelas dzolim. anak smp sekarang sudah terang-terangan pacaran, tanpa malu-malu pegangan tangan, tanpa permisi ciuman, tahu-tahu hamil 3 bulan. Ya kali, mereka masih SMP.
Sampai titik ini, saya ingin, MUI segera mengeluarkan fatwa haram akan tayangan yang sama sekali tidak mendidik, dan penuh kepalsuan bernama "anak jalanan". Jika ini tidak ditindak lanjuti dengan segera, maka saya, selaku pemimpin clan okatsuki dan murid dari kutaro minami, akan menyerang geng harimau dan juga geng boy, serta merebut neng reva. jayalah... merdeka...
Subscribe to:
Post Comments
(
Atom
)
kurang menarik ahh
ReplyDeleteterima kasih telah berkunjung, silahkan dibaca yang lainnya,.
Delete