Terlalu Lama Sendiri
Tahun ini, kita disuguhi dengan lagu-lagu melo. Lagu-lagu macam ini, memang akan sangat dengan mudah diterima dipasaran, wabil khusus kaum kaum muda yang terlalu sering baper. Dikit-dikit melo, dikit-dikit galau, kemana-mana bawanya bayang-bayang mantan. Baper tiap hari. Lagu selanjutnya yang tidak kalah melo dan dijamin bikin sering baper adalah lagu milik kunto aji - terlalu lama sendiri -. Kamu banget yah lagunya?.Kali ini, kita akan membahas lagu Milik kunto aji - terlalu lama sendiri -
mengapa bisa membuat kamu jadi sebaper itu. Cek kiiii doooott..
Diawali dengan pengakuan yang amat jujur dari seorang pemuda yang mungkin, kemana-mana sendirian, saya malah curiga dia bisa membelah diri saat dia sedang merasa kesepian. Membelah diri, jadi dua, lalu bercinta. Sungguh sangat tidak senonoh sekali jamaah.
| buih dilaut aja banyakan, kok kamu sendirian ? |
Sudah terlalu lama sendiri Sudah terlalu lama aku asyik sendiri Lama tak ada yang menemani rasanyaDemi massa, telah diciptakan kamu berpasang-pasangan sebagaimana kaum sebelum kamu, mengapa kamu masih sendirian saja ? nikmat mana dari Tuhan mu yang akan kembali kau dustakan? kembalilah kejalan yang benar wahai saudaraku.
Pagi ke malam hari tak pernah terlintas di hati Bahkan di saat sendiri aku tak pernah merasa sepi Sampai akhirnya kusadari aku tak bisa terus begini Aku harus berusaha tapi mulai dari manaKita harus jujur, kita semua akan berada disatu titik dimana, kamu mungkin akan berfikir bahwa kondisi yang demikian harus segera berakhir dan berubah. Kita harus berusaha, tapi mulai dari mana?.
Pada akhirnya, kita akan sampai pada moment paling kampret yang dipersembahkan oleh kesendirian yang sudah amat konsisten. Kita akan jadi mahluk asing disebuah peradaban yang kita kenal tapi asing. Teman-teman mu akan bertanya, yang kau cari seperti apa? lantas kamu jawab, nanti juga ada massanya?. Merugilah wahai kalian umat-umat yang berjiwa lantas tak berfikir. Bahwa keadaan kaum jomblo tidak akan berubah, selama kaum tersebut tidak berusaha buat merubahnya. Berfikirlah, bertobatlah.
Teman-temanku berkata yang kau cari seperti apa Ku hanya bisa tertawa nanti pasti ada waktunya Walau jauh dilubuk hati aku tak ingin terus begini Aku harus berusaha tapi mulai dari mana
Akhirnya, disuatu malam yang damai, dengan rintik hujan, angin yang semilir, dan dingin yang menusuk, kamu akan berkata jujur pada dirimu sendiri bahwa kamu,
Jauh di lubuk hati aku tak ingin sendiri
Subscribe to:
Post Comments
(
Atom
)
No comments :
Post a Comment