Jangan Terlalu Terikat

artikel kali ini, bertujuan amat mulai wahai anak muda. ketahuilah, apapun yang kamu lakukan, lakukanlah dengan wajar, dan tidak berlebih-lebihan. Buruknya sebuah perkara ialah jika ia dilakukan secara berlebih-lebihan.

tidak berlebih-lebihan akan membuatmu tidak terlalu terikat, tidak membuat merasa gelisah jika hal tersebut ternyata memang bukan hak, atau bukan rejekimu. Kita, saya, dan kamu pernah dengan amat sengaja berlaku batil dengan berlebih-lebihan pada sebuah perkara. Merugilah hal yang demikian. karena hanya akan menimbulkan keburukan saja.

misalkan saja, kamu secara berlebih-lebihan menyayangi kekasihmu, yang secara hukum undang-undang belum sah menjadi suamimu. maka, hal yang demikian dikemudian hari, hanya akan membuat hidup mu susah. kenapa? karena kamu pada akhirnya terlalu terikat. terlalu terikat pada sebuah hubungan yang masih abu-abu jelaslah tidak baik.

ini juga pernah mimin alami (yaelahhh,.. gil... baper lagi...), saya akhirnya dengan amat sangat jantan mengakui, bahwa dimasa lalu, saya pernah mati-matian memperjuangkan seorang perempuan, yang ternyata secara takdir memang bukan jodoh saya. kamu tahu apa yang saya alami setelah itu? saya jadi kurus kering kaya gini (hahah... ga dink, kurus mah dari dulu). satu yang pasti, bangkit setelah gagal begitu dalam tidak akan pernah mudah, dan membangun rasa buat hati lain setelah hancur dengan sehancur-hancurnya juga amat sulit. sungguh, ini akan jadi kisah yang rumit buat diceritakan kepada anak cucu, apalagi jika dimasa depan, anak cucu saya ternyata berjodoh dengan anak cucunya, entah alam akan berkata apa. entahlah.

maka penting buat kamu yang sedang menjalin sebuah hubungan, yang hanya baru sebatas pacaran, jangan terlalu terikat, dan jangan berlebih-lebihan. sebab, buruklah sebuah perkara jika dilakukan secara berlebih-lebihan.

lalu bagaimana untuk tidak berlebih-lebihan?
1. kamu harus punya banyak kegiatan yang tidak melibatkan dia. ini penting, melakukan kegiatan bersama-sama secara terus menerus hanya akan menarik ditahun pertama pacaran, setelah itu? semua akan jadi membosankan dan basi. kaya nasi yang didiemin 2 hari, basi. ini juga untuk membuat kamu, bisa lebih mandiri dan kuat tanpanya, ingat, kalian masih punya kehidupan masing-masing dan punya mimpi masing-masing buat dikejar.

2. prioritaskan dia nomer kesekian. jangan salah sangka, bukan berarti kamu cuek, ga, bukan gitu maksudnya. maksudnya, ga semua hal harus kamu lakuin sama dia. inget, diluar dia, kamu masih punya orang tua, saudara yang jauh lebih lama mengenal dan dekat dengan mu, jangan lantas karena kamu menjalin hubungan dengan dia, akhirnya dia menggeser posisi tersebut. jangan.

3. perhatikan sikapnya. banyak orang berasumsi, bahwa hubungan harus dijalani dalam suka dan duka, kalo ini saya sepakat, jadi coba perhatikan dia, apakah dia ada di dua kondisi tersebut. jika dia cuma ada saat kalian mau pergi jalan dan seneng-seneng, saya rasa ini ga sehat. akan lebih ga sehat lagi, kalau dia ada cuma pas lagi pengen (mmm. yang belum cukup umur dan masih syar i tolong keluar dari blog ini, segera...!!!), saya punya sebuah cerita, dan ini nyata, bukan bohongan. seorang cewe baru saja di putusin cowonya, dan sang cowo dengan enteng bilang "putus?, oke, ga masalah, gue udah pernah make kamu inih".. what the Fu*k.. sumpah,. ini kan asu se asu-asunya. Kalau udah begini? siapa yang rugi coba? siapa yang salah coba?. Jadi, sebuah hubungan pacaran yang isinya cuma sex doank, itu bukanlah hubungan yang sehat, segera akhiri, badanmu terlalu mulia buat lelaki sebangsat itu, dan waktu terbuang sia-sia.

oke, kalau saya lanjutkan, nanti ini artikel bisa kaya artikel bokep, lagian ini juga sudah malem, paling ga, cobalah untuk cari intisari dari artikel ini, semoga kita bisa mengambil kebaikan dari setiap kejadian yang kita alami. semoga.


No comments

No comments :

Post a Comment