Surat Ke 25

Untuk Yg Ke 25

Ga kerasa bentar lagi 22 Agustus, wah.. tambah tua lagi nih. Seperti bulan bulan agustus tahun sebelumnya, emang ga ada perayaan apapun. Maklum, ane bukan artis yang dari lamaran sampe lairan di bikinin acara reality show segala. Tapi malam pertama kaga disiarin kan kampreet. Ya, akhirnya memang cuma tradisi seperti ini yang terus coba saya jaga. Setiap tahunya menjelang 22 agustus atau pas di 22nya, permintaan maaf terbuka bagi semua orang yang pernah ada dalam satu lembar cerita hidup saya. tentang harapan -harapan yang belum saya capai, semua coba saya deskripsikan secara singkat disini.

Pertama permintaan maaf ditujukan kepada kedua orang tua saya, pasangan suami istri paling romantis yang pernah saya kenal dan saya lihat. Ayah dan ibu yang tangguh buat 7 anak-anaknya, kakek dan nenek yang hebat untuk selusin lebih cucu cucunya. Maaf jika saya masih belum membagakan dalam banyak hal, maaf jika masih banyak guratan kecewa yang saya bikin disetiap perjalanan saya menjadi anak mu hingga titik ini. Maaf belum bisa membalas setiap keringat yang engkau teteskan demi menjadikan saya seperti ini, semoga akan ada dan banyak kesempatan untuk aku membalas semua yang telah engkau berikan meski mungkin sampe matipun saya tidak bisa membalasnya.
mungkin bahasa italia salah maaf deh

Kedua, buat kakak kakak ku, maaf belum bisa menjadi adik yang baik buat kalian dan paman yang menyenangkan buat ponakan ponakan saya.

Ketiga, buat teman-teman yang selalu menyertai jalan hidup sampai titik ini, maaf untuk semua canda dan gurauan yang mungkin berlebihan, maaf buat salah yg mungkin tidak pernah saya rencanakan untuk di buat, fandi, robert, joko, avit dan semuanya yang kalau ditulis saya sampe lupa nama kalian, Untuk rekan rekan satu kantor, Mba lika, mba ari, oji, pak tri, pak heri, pak joko, yang selama 3 tahun lebih ini selalu hampir ketemu dan liat tiap hari, dan dari pertama kali saya datang dan sampe sekarang maka merekalah keluarga saya disini, maaf dan terima kasih untuk semuanya.

********************************************************************************

Terakhir, harapan saya, diusia yang segini, semoga saya sudah bisa serius dalam segala hal. mungkin saya memang slengean tapi saya adalah pemuda yang baik (hahahaha) oke, sudah terlalu banyak harapan yang saya tulis, pernah suatu kost dindingnya penuh dengan tulisan harapan saya.Akhirnya, terimakasih buat semuanya dan maaf.


No comments

No comments :

Post a Comment