Evaluasi Setengah Musim AS Roma

Mungkin, sekitar tahun 1996 saya mulai menyukai club ini. Sebuah club bola yang tidak bisa dibilang besar di Italia (jika ukurannya gelar)tapi kami masihlah penguasa ibu kota italia. 

Ya, AS Roma. Adalah club pertama dan satu satunya yang ada dalam hati saya. Laga Sepakbola pertama yang saya lihatpun antara AS Roma Vs Lazio, dan entah kebetulan atau tidak pemain bola pertama yang saya lihat dan ingat adalah Totti. 

Musim ini (2014/2015), Roma masih terpaku di posisi kedua dibawah juventus dengan selisih 5 poin. Tidak terlalu jauh memang, tapi tetap jarak yang cukup sulit dikejar. Musim ini, ada beberapa hal yang lebih baik dari pada musim lalu, akan tetapi beberapa hal pula malah tampak lebih buruk. 

Oke,kali ini saya akan mencoba menganalisis keseluruhan menampilan Totti dkk sampai paruh musim pertama musim ini. Ada beberapa penurunan musim ini jika dibandingkan musim lalu.

1. Performa MDS

Musim lalu, penampilan MDS bisa dibilang luar biasa, bahkan dia cuma kalah dari Manuel Neuer milik munchen jika kita menilai keseluruhan penampilan penjaga gawang di liga liga eropa. Akan tetapi, musim ini penampilannya mulai menurun, apakah ini tanda dia mulai habis?. Menurut pengamatan saya, penurunan performa MDS dimulai sejak kalah kontroversi dari juventus. Setelah itu dia seperti kehilangan kepercayaan dirinya. Apalagi diitambah laga versus Munchen dimana dia kebobolan 7 gol.

2. Cidera Castan

Kalau mau jujur, selama hampir 2 atau 3 musim kebalakang, castan adalah salah satu bek terbaik serie a. mau dipasangkan dengan siapapun dia, dia tetap tampil prima dan solid. Mulai dari Marquinhos sampai Benatia. Nah, musim ini, cidera panjang yang dialami castan jelas sangat mengganggu performa tim. Jala MDS jadi mudah sekali dikoyak tim lawan. Contoh konkritnya saat melawan Sassuolo, Lazio, Palermo. Terlalu mudah.

3. Penjualan Benatia

Meskipun banyak yang menganggap bahwa penjualan benatia karena sang pemain ingin gaji yang lebih besar dan faktor uang yang tidak bisa dipenuhi Roma, namun kita harus tetap akui, setelah castan, maka benatia adalah sosok penting di garis pertahanan Roma. Pengganti yang didatangkanpun, meskipun tampil bagus, tapi saya rasa masih belum bisa selevel Benatia. mapou yanga Mbiwa masih kadang salah pasing dan intersep, astori dan manolas juga beberapa kali miss koordinasi

4. Absennya Keita dan Gervinho

mereka memang absen pada bulan januari, tapi sayangnya ketidakadaan mereka sangat jelas mempengaruhi kedalaman tim. Itu terlihat saat kita menang susah payah atas Udinese, imbang lawan lazio dan juga palermo. Gervinho mungkin memang kerap kali mandul, tapi penetrasinya membuka peluang bagi pemain lain untuk menciptakan gol. Saat tidak ada dia, serangan seolah tidak segarang biasanya.

5. Tidak adanya Striker Murni

Nyaris striker murni yang dimiliki roma cuma Boriello yang sama sekali belum main, Destro yang masih mencoba keperforma terbaik, dan sanabria yang masih terus belajar. Lalu, kenapa saya tidak menyebutkan captain?, karena saat dia main, maka silahkan perhatikan, dia akan bersifat sebagai pengumpan, tembok bagi striker lainnya dan pembuka ruang. Dia tidak benar benar ada di posisi terdepan saat Roma melakukan serangan. 

Itu sedikit evaluasi dari saya, harapan saya, semoga setengah musim kedepan bisa lebih baik, dan minimal ada satu trofi yang mampir di laci AS Roma. Kalimat penutup saya,


"Mendukung AS Roma bukan melulu tentang kemenangan atau kumpulan gelar, ini tentang idealisme saya."


No comments

No comments :

Post a Comment