Cerita Bahagia Wagimin
Sudah lama saya ga ketemu wagimin, pemuda biasa-biasa saja
yang setengah modyar benci sama motivator. Mungkin lebih tepatnya bukan benci,
tapi lebih tidak sepakat dengan motivator. Karena entah bagaimanapun juga,
motivator bagi wagimin Cuma kaya umat penjilat yang bicara tentang syurga dan
keberhasilan demi segepok uang. Sungguh sebuah profesi yang tidak perikegaluan
sekali. Bagi wagimin, galau adalah sebuah tatanan fase kehidupan yang memang
harus dijalani, kalau tidak ada galau, manusia akan enggan membaca Al Qur’an
dan memaknai maknanya. Sungguh sebuah pemikiran yang super sekali. Jika sekarang
opah mario teguh sedang wara-wiri kesemua stasiun TV demi klarifikasi dan
menjaga citranya sebagai lelaki yang sayang perempuan, setia setengah modyar,
dan bijaksana, maka wagimin dilain galaksi sedang menepuk tangani kejadian ini,
seraya bilang dengan lantang,.
Urip pancen ra segampang cocote mario teguh
Menghilang nyaris dua bulan tanpa kabar, kini wagimin datang
dengan sebuah kabar bahagia. Bahagia bagi wagimin, dan ia berharap semesta juga
menjaga kebahagianya. Wagimin memberikan kabar bahwa ia telah,.. mmm,. Kalau bahasa
gaulnya mungkin,. Jadian.. ia,.. wagimin akhirnya jadian dengan wagiah. Sesuatu
hal yang jelas ia inginkan, dan menikah dengan wagiah adalah harapan yang
sedang coba buat direalisasikan.
Tapi, dasar wagimin memang. Entah karena uteke wis kegeser
sasetrip atau memang dia bukan type lelaki kebanyakan. Wagimin lebih memilih
untuk tidak menentukan atau tidak membuat kapan tanggal resmi mereka jadian
sebagai sepasang muda-mudi yang sedang kasmaran. Menurut wagimin,
Tanggal jadian itu fana, tanggal nikah yang abadi.
Wagimin bilang,,.
Baut apa menentukan dan membuat tanggal jadian oom ?, kalau
dengan tanggal tersebut hanya akan membuat sebuah hubungan terasa sudah lama
dan pada akhirnya kita kehilangan hastrat untuk terus memberikan cinta kasih
yang terbaik. Menurut survey saya om,. Ini menurut survey saya ya oom,
laki-laki cenderung lebih malas dalam memberikan perhatian dan kasih sayang
terhadap pasanganya jika ia merasa sudah mendapatkan perempuan yang ia
inginkan. Padahal tujuan dari sebuah hubungan cinta kasih bukan demikian oom. Tujuan
hubungan cinta kasih adalah berbagi cinta kasih dan sayang, berbagi pandangan
hidup, saling mengingatkan akan tujuan hidup, dan menjaga hasrat untuk saling
mengasihi satu sama lain. Tak lupa juga membuat sebuah pondasi satu kehidupan
keluarga yang penuh kasih, penuh sayang dan penuh cinta. Priiwee,.?? Omonganku wiis
ngelewihi cocote mario teguh too,..???
(cocot muu mass,........ *ujar saya dalam hati,..)
Maka akhirnya, saya bersepakat, kita bersepakat. Untuk tidak
membuat tanggal jadian. Semata-mata, karena saya ingin terus jatuh cinta
padanya persis seperti pertama kali saya melihatnya, dengan sneyum manis yang
selalu saja meluluhkan saya. Disenyum manis itu oom, saya jatuh cinta
berkali-kali, dan luluh ribuan kali. Saya lemah ooom.. hingga pada akhirnya,
saya selalu percaya oom,. Bahwa dia,.
Menarik apa adanya, cantik seperti biasanya, membuat saya jatuh cinta selamanya.
Dengan dia pula oom,.
Kemustahilan tampak lebih mungkin buat diupayakan
Maka, meski pevita pearce lebih cantik, melody JKT48 lebih
unyu, atau gita gutawa lebih aduhai, bagi saya tetap oom,. Wagiah yang paling
istimewa.
Padanya telah aku tambatkan hati sedari awal, padanya aku telah jatuh cinta sedari pertama, untuknya kasih sayang selamanya.
Terakhir oom,. Semoga saya selalu bisa memuliakan dia
sebagai perempuan, membahagiakan dia sebagai kekasih, menghormatinya sebagai
pasangan hidup, dan kelak mensejahterakanya sebagai ibu dari anak-anak ku
kelak.
Begitu cerita bahagia wagimin sore itu. Bersama senja yang
telah menguning, bersama secangkir coklat yang terasa lebih manis berkali-kali
setiap kali meneguknya dengan seutas senyum manis dibibirmu.
Subscribe to:
Post Comments
(
Atom
)

No comments :
Post a Comment