Tesist Episode 10

Sandalku Pedot

Karena hidup adalah perihal waktu yang terus berjalan, maka bimbingan tesist pun terus berjalan. Tanpa paduli kalau kamu sebenarnya belum makan, lagi pengin berak atau baru saja putus cinta. Waktu tidak pernah mentoleransi variabel-variabel lain selain waktu itu sendiri. Maka, selagi kamu masih punya banyak waktu, kelola dan manfaatkan itu sebaik mungkin.


Cakep, paragraf pertama pagi ini sudah dimulai dengan sebuah kata-kata bijak. Kayaknya, omragil lagi punya hajat buat gantiin om mario teguh, atau bahkan mas tere liye, penulis yang nyasar jadi motivator via status FB?. Ah, entahlah. Seperti yang sudah omragil utarakan diatas, bahwa kali ini bimbingan tesist dan berjumpa dengan pak dosen yang aduhai kembali diakan. Ini adalah bimbingan dibandung yang kedua kalinya.



Pada bimbingan kali ini, ada banyak hal yang dilalui, dimulai dari sandal pedot di bis, ketemu mak-mak penggiat smapah dikereta, dan kehujanen di stasiun. Oke, kita mulai dari yang pertama, yaitu sandalku pedot dibis.


Sandalku pedot.


Kebandung kali itu omragil memutuskan untuk memakai sandal jepit legendaris dengan merk swalow. Sampean pasti paham seberapa legendarisnya sandal jepit merk swalow ini. Sandal jepit merk swalow bahkan mungkin lebih legendaris daripada mas rangga. Karena hadirnya sudah beratus-ratusan purnama yang lalu. Tapi sebagai salah satu merk sandal jepit paling legendaris, merakyat dan humanis, kenapa merk sandal jepit swalow tidak bisa go internasional? Jangankan go internasional, ngiklan di tv saja engga, kenapa hal ini terjadi? Adakah konspirasi demi menjatuhkan merk sandal jepit swalow yang legendaris nan agung itu? Lantas kemudian digantikan dengan merk dari kompatitor lain yang lebih kece, kekinian dan easy listening? Ini sungguh misteri yang harus dipecahkan.


Marilah berandai-andai, jika akhirnya merk sandal jepit swalow go internasioanl. Jika ini terjadi maka ini akan jadi prestasi paling prestisius untuk pemerintahan baginda jkw-jk. Selain prestasi menyatukan rangga dan mba cinta yang tidak bisa diukir di sepuluh tahun pemerintahan SBY. Jika sandal jepit merk swalow go intrenasioanl, maka secara tidak langsung ini juga akan menyerap tenaga kerja,dan pastinya mengurangi jumlah pengangguran. Jika demikian maka tidak perlu lagi ada pandangan miris dan miring tentang serbuan tenaga kerja asing, khususnya tenaga kerja asal china. Jika akhirnya sandal jepit swalow go internasional, maka saya sarankan untuk menggandeng artis korea sebagai brand ambasadornya. Kenapa demikian? Ini semata-mata demi memancing minat mba-mba dan dedek-dedek gemes agar mau dan bangga memakai sandal jepit merk swalow. Dengan swalow kita bisa. Jangan pernah gunakan mba isyana saraswati sebagai bintang iklannya. Lha wong dia aja ga pernah belanja online kok jadi bintang iklan toko online, Hpnya Iphone jadi bintang iklan oppo, saya curiga jika dia jadi bintang iklan swalow, nanti dia malah pakenya sandal carvil, kan ga lucu dan ga nyambung blas. Duuh, mba isyana untung sampean cantik, jal kalau ga.



Tapi pada akhirnya, meski sandal jepit merk swalow adalah merk yang legendaris, tetap saja tidak bisa melawan kehendak waktu. Sandal jepit merk swalownya saya akhirnya pedot saat menempuh perjalanan solo-bandung, padahal baru sampe jogja je, malah udah pedot. Ya nasib.


Emak-emak penggiat sampah


Dalam perjalanan menggunakan kereta, kami berempat, yaitu emak muda bernama ghifa, cowo buncit berinisial andrian, laki-laki yang mulai beranjak tua sebutlah fabriyan, dan si empunya sekaligus owner, ceo, dan redaktur omragil.id siapa lagi kalau bukan ragil?, berjumpa dengan emak-emak penggiat sampah.
Emak-emak yang satu ini adalah aktifis sampah dalam hal pemanfaatan limbah sampah khususnya plastik menjadi barang yang memiliki nilai jual dan layak pakai. Motivasinya satu, ingin membentuk masyarakat yang green mentality. Jadi intinya, semua produk sampah plastik, oleh ibu itu dikelola kembali menjadi berbagai macam produk, ada sepatu, rak bunga, tas,tempat makan dan berbagai macam lainya. Tapi tetep, bahan dasar utamanya tetep plastik.
Dua hal diatas adalah beberapa hal yang kami lalui sepanjang perjalanan bimbingan tesist yang kedua ini. Sampenya dibandung, kita disambut kembali dengan pemandangan-pemandangan yang tidak bisa sya dustakan indahnya.


Seputar bimbingan tesist bisa juga kalian lihat videonya dibawah ini, 



2 comments

2 comments :