Arti sebuah kelulusan


Dedek-dedek gemes seantero penjuru negri yang omragil.id kagumi, selamat atas kelulusan yang baru saja kamu-kamu semuanya raih. Gimana sekarang perasaanmu? Sudah plong? Agak mendingan? Ingat, kalao sakit berlanjut hubungi dokter. Begitulah sabda iklan obat dinegri ini. Jadi itu obat buat nyembuhin penyakit atau malah bikin tambah sakit?, yaa ssaaalam. Okeh, fokus, kembali ke dedek-dekek gemes.


Dedek-dedek gemes yang gemesin abis, beberapa hari yang lalu, atau bahkan mungkin malah baru kemarin, sekolahan kamu baru saja melakukan prosesi pengumuman, dilanjutkan kemudian dengan serba-serbi acara pelepasan, perpisahan atau wisuda. Dengan diumumkannya hasil dari nilai UN dan lulus tidaknya kalian, maka kali ini, ijinkan omragil.id sebagai generasi yang lebih tua dan lebih dulu merasakan paitnya kenyataan hidup dan kerasnya berjuang demi sebuah harapan, akan memberikan beberapa petuah dalam menyikapi arti dari kelulusan kalian, mohon ini disimak, dan silahkan berpersepsi sesuai batas nalar kalian.



Pertama, lulus itu baru hal pertama.

Yah, lulus memang baru hal pertama, akan banyak hal yang kalian hadapi lainya setelah lulus. Misalkan yang mau kuliah, maka kalian akan merasakan kejamnya ospek, susahnya cari kostan, sampai mungkin menderitanya di tanggal tua diakhir bulan karena mamah-papah telat kasih kiriman. Dan semua hal tersebut tadi, akan membutuhkan lebih dari sekedar energi, butuh keuletan, keyakinan dan ketelatenan didalamnya. Jika kalian gagal, maka hari-hari kalian akan Cuma sekedar dilewati dengan bercumbu rayu bersama pasangan dikamar kost, ngulang pelajaran biologi pas masa SMA, dan belajar berkembang biak dengan dalih tugas kelompok, tapi belajarnya Cuma berdua. Maka, dari pada kalian Cuma menghabiskan energi kalian dan konsentrasi kalian demi membuat rencana mau ngapain aja pas pengumuman kelulusan, mending kalian bikin rencana mau kaya gimana dan mau dibawa kemana jalan hidup kalian setelah lulus SMA. Sok bijak memang kali ini omragil. Tapi ini penting, percayalah.


Kedua, konvoi dan mengganggu ketertiban umum itu norak.

Dedek-dedek gemes yang semloheee, sampean semuanya mungkin ada yang berfikir,

Ahh,. Omragil ga pernah muda nih,. Lahir langsung brewoken,. Diendorse wak dowok yah om,..?

Tenang wahai dedek-dedek gemes. Omragil juga pernah muda, tapi omragil ga ikut konvoi, apalagi sampe menggangu mahluk mamalia pengguna jalan raya lainya, ga pernah. Terus mungkin sampean berfikir, . “ahh ga punya temen nih paling omragil..” ,. Saya punya,.. banyaak,.. baanyyaak,. Begini, kenapa konvoi itu ga keren. Pertama, kalau sekolahmu termasuk sekolah yang menggunakan istilah “wisuda” sebagai pengganti kata “perpisahan”, maka kata konvoi beserta atribut dan kegiatanya adalah pilihan yang amat sangat keliru lagi tidak bijak. Kata “wisuda” secara resmi adalah milih mereka yang telah selesai menempuh pindidikan tinggi dijenjang apapun, entah itu D1, D3, S1, atau S2 dan seterusnya. Lalu, pernah kah kalian melihat anak sarjana setelah selesai wisuda terus pawai pake toga yang di corat caret pake pilox? Jelas tidak, tidak!. Kenapa demikian? Karena mereka tau rasa ga enaknya, tugas akhir, skripsi atau tesis dicorat-caret dosen pembimbing, maka mereka akan menyimpan toga mereka agar tetap bersih dan mulus. Sebagai bentuk kebanggaan dan apresiasi paling tinggi atas usaha maksimal yang mereka tempuh. Dan sekarang SMA menggunakan istilah wisuda terus kalian pawai dengan membabi guling dan corat sana coret sini?? Yang benar saja, periih rasaneee mas brooo,...


Ketiga, hindari ikut-ikutan kekinian.

Kita adalah bangsa yang mudah sekali terprovokasi, kita adalah bangsa yang Cuma bisa jadi pengikut denga dalih kekinian, apalagi generasi mudanya. Ga semua memang, tapi yang terlihat mengkhawatirkan. Sebagai salah satu generasi muda yang sudah brewoken, saya turut prihatin. Ini jelas sesuatu yang harus segera diluruskan. Bukan Cuma perkara titit yang salah posisi saja yang perlu diluruskan, tapi juga mental generasi bangsa ini. Dedek-dedek gemes dengan mas-masnya yang tanggung adalah objek konsumsi yang sangat mudha sekali terpancing dan terbawa arus. Berdasarkan survei kecil-kecilan yang dilakukan badan riset dari omragil.id, data menunjukan bahwa dari sekitar postingan IG per 30 menitnya, pasti ada 1 postingan IG dari dedek-dedek gemes dan mba-mba kekinian, beserta dengan pasanganya. Posenya bermacem-macem, ada yang lagi cium ketek mas cowonya (besok mungkin mau cium pantatnya juga kali), terus ada yang lagi tukeran baju sama pasanganya (yang saya heran, mmm,, mereka tukeran titit juga yah???) dan masih banyak hal lainya. Maka berdasarkan fakta yang telah omragil.id sebutkan tadi bisa diambil kesimpulan bahwa,..

omragil ga ngerjain tesis karena kebanyakan mainan IG dan game,. Oawaallaahhh om,. Om,.. tesismu lhooo,.. mbok yo dipikir,...

semua hal diatas jelas pelu diluruskan. Kenapa?? Karena eh karena... yang demikian dalah godaan syetaan,. Begitulah kata bang haji Roma Irama, terpujilah.


Seperti apa yang ada digambar dibawah ini??, perasaanmu piee,... ??? mandan ke-mleeceerr,. Ke-mecleeer gimana gitu yah,. Kepyaar rasane ni jelas yang cowo, lihat jal ekspresi sang cewe,.. sekaan mau berkata,..

Jangaaan,.. bangg,.. jangaaan,.... jangan Cuma satu doank,.. satunya lagi donkk bang...
foto salah satu siswa SMK di banjarnegara, jawa tengah,



Jadi, apapun yang kalian lihat atas dasar kekinian, tetap harus ada batasan dan norma yang mengikatnya. 
5 comments

5 comments :

  1. jlebbbb.... tanya donggg.... itu dapat inspirasi darimanaa?????

    ReplyDelete
  2. Replies
    1. itu sudah saya bales,. mohon di jawaba,.. =))

      Delete
  3. Cok*04m1n0*0 2 banjarnegara?yg sekolahnya di sebelah pom bensin?? Woowww bangggeeettssss

    ReplyDelete