Tesist Episode 3
Deadline atau Deadlock
Manusia terbiasa hidup dengan tenggang waktu dan batas waktu,
atau bakal lebih keren kalau kita sebut dengan deadline. Biar terkesan britis,
meski kadang ngomong inggris aja masih suka mringis sambil gigit kumis. Ahh,
apalah saya, yang lulus ujian nasional Bahasa inggris saja modal bejo, karena
nilai pas sesuai standar kelulusan. Yap, 4,25. Tapi satu hal yang harus sampean
cermati, itu nilai 4,25 saja saya sudah harus nambah les ke Bapak Tri Aji
(selaku guru Bahasa inggris saya waktu SMA), atau lebih tepatnya, saya
sebenarnya dipaksa buat ikut les di beliau oleh kakak perempuan saya. Oke,
kakak perempuan saya memang lebih parno dan lebih takut saya ga lulus UN
ketimbang saya. Dia jelas paham dan amat sadar bahwa saya termasuk anak yang
geblek buat urusan yang keinggris-ingrisan dan itung-itungan ga penting pake
rumus phitagoras, persamaan dua kuadrat, linear dua bilangan dan tetek
bengeknya. Puuf, bagi saya, dua mata pelajaran tersebut lebih rumit dari pada
ngertiin cewe yang lagi PMS. Maka tidak heran, setelah LULUS UN dengan nilai
yang amat sangat standar, saya langsung syukuran puasa nazar selama satu bulan
(jane ya saya sama khawatirnya dengan kakak perempuan saya jebule) tapi,
bagaimanapun juga saya layak dan merasa harus bertepuk dada dan berdiri dengan
kepala tegak (lulus nilai pas-pasan aja sombong), karena, tidak satupun jawaban
dari bahasa inggris dan matematika yang saya peroleh dari teman. Itu semua asli
jawaban yang berbuah dari kengawuran saya dalam menjawab soal. Kenapa saya
tidak nyontek keteman? Jawabanya simpel. Kancaku asuuuuu kabeh pas kue, pada
mikirna awake dewek tok,.. pufff, gelut baen yuuuh.
Tapi, apapun dan bagaimanapun saya melewati UN pas SMA,
kalian bisa lihat saya sekarang,. Hahahaha,.. uhukkk-uuuhuuuk... lelaki dengan
gelar S2 (insyaallah, aamiin). Oke, dari pada cerita semakin ngawur dan bleber
nganah-ngeneh, kita kembali ke topik.
Tadi kita mbahas dan berhenti dimana, dihati kamu,.? Ehh,.
Deadline maksudnya. Deadline adalah sebuah batas waktu suatu dimana persoalan
dan suatu hal harus bisa diselesaikan pada kurun waktu tersebut. Jika sampai
batas waktu tersebut tidak kunjung selese, maka pastinya akan berubah jadi
deadlock. Kali ini, OmRagil, akan memasuki, masa-masa deadline pendaftaran
tesis. Ditengah kegundahan akan judul dan bahan tesis yang masih saja belum
jelas bentuk, rupa, wujudnya mau seperti apa, kini OmRagil juga harus
berkejaran dengan waktu. Seolah tidak semua hal bisa dan mau menunggu. Ahhh,
payah. Kayanya Cuma pdkt aja yang mau nunggu, tesis mah engga.
Deadline akan selalu berbarengan dengan waktu yang tidak
banyak, begitu juga kali ini. 18 sampe 23 jelas bukan waktu yang lama. Cukup
singkat untuk mikirin judul, keresahan dan serba-serbinya. Ga adil memang, PDKT butuh waktu berbulan-bulan, pas nembak si doi masih pake ngomong
“maaf, aku ga
bisa kasih jawaban kamu sekarang, aku butuh waktu...”,
atau,
“kita jalanin aja
dulu, kalau cocok kita nikah..”,..
ngambang,.. kaya TA1 diatas sungai
ciliwung,... lhaa ini tesis,.?? Jangankan nunggu,, ini mah maksa. Andai PDKT bisa pake maksa. Mungkin paino teman saya dengan nama yang sudah saya samarkan ga akan jomblo, eehhh.
Tapi, begitulah hidup, adil, ketidakadilan, deadline dan
deadlock akan selalu jadi satu rangkaian cerita, yang pasti akan bisa kamu
ceritakan esok, entah kepada teman, saudara, anak, atau pasangan, yang jelas
saya sedang ga jelas lagi nulis apa pada paragraf ini.
Saat deadline tiba, otak memang seperti bekerja lebih keras
dari pada biasanya, dan kecenderungan untuk dapat menyelesaikan masalah saat
deadline memang selalu ada. Tapi tahukah kamu?, jika 8 dari 10 mba-mba SPG
sepakat, bahwa menyesaikan masalah saat deadline hasilnya tidak akan pernah
memuaskan?. Jika tidak percaya, silahkan tanya mba-mba SPG.
Akhirnya, semoga deadline kali ini akan membuahkan hasil,
apapun itu, yang jelas OmRagil Cuma bisa berharap, bahwa kamu selalu sehat dan
bahagia seperti apa yang tertuang dalam batang tubuh pancasila, sila yang ke 2,
yaitu kemanusiaan yang adil dan beradab. Merdeka.
Subscribe to:
Post Comments
(
Atom
)

No comments :
Post a Comment