Chitato rasa mie goreng


Hari minggu tanggalnya tiga belas Senyum mu makin menggebu, dengan rasa yang makin berbalas.

Apa kabar minggu mu ? gimana ? jadi joging sambil muterin lapangan ? apa malah Cuma muterin kamar doank? Itu joging apa ngulet ? ah, tapi biasa, ekspetasi memang selalu jauh dari kenyataan. Seperti pendukung chelsea yang berharap juara, tapi kenyataanya masuk 4 besar aja susah. Biasa lha.

Tapi, apapun dan bagaimanapun minggu kamu kali ini, percayalah, selalu ada mimpi yang harus kamu lanjutkan lagi. Jadi, mari tidur lagi aja. Pufff, ngaco km om. Pada edisi kali ini, omragil.id akan mereview sebuah produk makanan ringan terbaru. Kenapa kali ini kita akan bahas hal beginian? Iseng aja sih, orang bingung mau nulis apa. Sebingung aku gimana mau yakinin hati kamu, eellaahh kamu om, ngrayu aja. Produk makanan ringan tersebut adalah, chitato rasa mie goreng. Ingat, chitato rasa mie goreng, bukan cabe-cabean rasa jablay. Ngaco aja sampean, ga jelas.

Jadi, sebelum produk ini resmi keluar, gambar penampakanya sudah terlebih dahulu tersebar secara viral disemua lini masa. Kamu bisa menemukan gambarnya dari mulai di FB, twitter, sampe foto mantang yang lagi sama gebetan barunya, atau foto mantan yang lagi sama anaknya?? Ga tahulah. Biasalah, ini mah Cuma strategi tes mangsa pasar gratisan. Produsen ingin tahu bagaimana respon pasar akan keberadaan produk ini, maka dibuatlah gambar produk dan disebarkan secara viral mengandalkan media sosial. Toh, diera kekinian, media sosial adalah lahan jualan paling basah dan menggairahkan. Bukan Cuma mba-mba gituan aja yang basah. Facebook juga makin lama makin basah dengan tag-tag berbau bokep ga jelas. Ahhh, apaaan si, dari chitato sampe bokep lho, hubungannya apa coba?, fokus dong om.

Selanjutnya, setelah gambar secara viral tersebar luas di masyarakat, maka akan timbulah respon. Respon tersebutlah yang akan memacu produk ini laris dan laku diperiode pertama penjualan. Mantep kan analisa saya, sudah kaya pakar ilmu bisnis yah? Akhirnya, produk laku dan habis.

Respon pertama sendiri yang keluar dari khalayak ramai adalah sebuah kecemasan. Kecemasan itu bisa bermacam-macam. Kaya ada semacam perasaan ga percaya. ia apa ga si,.?? Gitu maksudnya. Ada apa ga sii,. Jangan-jangan ini Cuma bohongan, jangan-jangan ini Cuma PHP, khalayak ramai jelas tidak mau lagi di PHP-in, cukup sudah sejarah PHP dengan mie instan yang ga kaya gambarnya. Maka bisa ditebak, setelah kecemasan itu lahir, akhirnya mendorong angka penjualan dari produk ini. Produsen akhirnya tidak perlu lagi membuat promosi melalui media elektronik dan menyewa public figure sebagai bintang iklan, karena jelas ongkosnya akan mahal. Apalagi kalau bintang iklannya homo, uuh,. Bisa jadi masalah. Sadar bahwa, promosi bisa melalui jejering sosial, maka lini masa ini yang akhirnya di manfaatkan oleh produsen. Promosi gratis, penjualan habis, untung ga bakal miris. Cerdas.

Lalu bagaimana rasa dari mba-mba gituan yang suka umbar tete,.. ehh .. salah,. Maksud saya, bagaimana rasa chitato rasa mie goreng inih, apakah ada bumbu mie gorengnya? Atau di dalam ada mie sama bumbunya? Atau didalema ada mba-mba yang lagi pegang bumbu sama mie nya? Ga tahu lha.


*kesalahn video bukan terletak pada kameranya, putar balikan monitornya. sekarang !!!


No comments

No comments :

Post a Comment