LGBT dan Kita
LGBT, apa itu LGBT, LGBt kalau di representasikan oleh anak
alay, akan menjadi “Lagi Bete”, namun sayang, LGBT disini, tidak menyangkut dan
tidak ada hubunganya sama anak alay. Pada kesempatan kali ini kita akan
membiarkan salah satu spesies unik di alam semesta ini hidup tentram, makan
enak, dan tidur nyenyak. Jan, wis kaya nang syuargo.
LGBT ada semuah pembahasan yang sedang sangat buming dan
ramai diperbincangkan. Tapi bagi kalian yang masih bingung tentang apa itu
LGBT, maka OmRagil akan jelaskan sedikit apa itu LGBT. Secara harfiah, jika
diliat dari susun hurufnya, maka seharusnya LGBT adalah sebuah kepanjangan dari
sebuah nama, tempat atau apapun itu yang mewakili dari pada LGBT itu sendiri.
Kemudian, yang dimaksudkan LGBT ini adalah, Lesbian (lesbi, tameng ketemu
tameng) Gay (homo, pedang doyan pedang) Bisexsual (mmm.. mungkin ini penyuka
binatang, semacam karnivora, atau sejenisnya, tapi ga tahu juga si) Transgender
(banci).
| takut menimbulkan persepsi macam-macam, seperti gambar pantai bisa jadi lebih netral |
Tapi, sebelum kita bahas lebih jauh tentang fenomena LGBT,
marilah kita buat sebuah perjanjian terlebih dahulu. Pertama, jika kalian tidak
pernah punya teman homo atau lesbi, atau kalian tidak pernah dicurhati oleh
orang yang ngaku homo, atau kalian tidak pernah di grepe-grepe sama om-om homo,
mari tidak usah banyak bicara dan menduga-duga tentang kaum tersesat yang satu
inih. Saya bisa ngomong karena kebetulan, saya pernah punya teman homo. Bukan
Cuma 1, tapi 3, dan alhamdulillah, saya masih waras dan masih suka sama
perempuan. Indikator apa yang saya gunakan sehingga saya bisa menyimpulkan
bahwa diri saya masih suka perempaun? Gampang, saya masih tertarik melihat
pemandangan ibu-ibu muda sedang nenenin dedek bayinya. Duuh,. Gemes deeh,..
jadi pengin nyubit gitu,.. nyubit tete ibunya,... hussstt,.. ngawur sampean,.
Nyubit dede bayinya lha.
LGBT sekarang jadi topik hangat, apalagi ditambah bumbu
kasus mas Indra Bekti itu, jadi tambah rame. Belum lagi tweet AA Gym yang
mengajak memboikot Line karena mereka kedapatan mengeluarkan sticker edisi gay
saat menjelang valentine day kemarin. Ahh,. Runyam bangsa ini.
Mari kita kembali ke fundamental dari mengapa bisa lahir
yang namanya LGBT. Pertama, bisa ada LGBT karena rasa sayang pada sebuah sosok
yang salah. Mereka tidak akan jadi homo, jika mereka masih suka perempuan,
betul tidak ? dan tidak akan ada lesbian jika mereka masih terpikat sama dengan
tampan rupawanya Zayn malik.
Saya punya kisah sedikit tentang homo dan lingkungannya,
percayalah, kisah ini dituturkan langsung dari saksi mata dan saksi hidup, dan
saksi itu saya. Ceritanya begini,
Singakt cerita (karena saya ga mau nulis kebanyakan) saya
satu kost dengan 5 orang teman, 2 diantaranya satu kampus. Ada salah satu teman
saya, sebutlah dia sebagai BAUD, baud ini secara fisik menarik khalayak mba mba
genit dan perempuan yang melihatnya. Tidak salah emang, karena dia cukup
metroseksual. Tampan, rupawan, bau harum semerbak, rambut klimis kaya lamodan
pelok, baju modis pada saatnya, pokoke kalau kata om mario teguh ya sempurnaa. Namun,
karena tak ada gading yang tak marten, dan gading marten anaknya roy marten,
maka dia juga punya kekurangan. Apa itu, dia dongo. Dongo dan polos itu 11 12,
jika kamu kebangetan polos, itu bukan polos, itu dongo yang bermetamorfosis.
Kebangetan. Ditambah lagi, dia agak melambai, alias agak kebanci-bancian. Saya
curiga bahwa dia tidak pernah mengalami masa
yang namanya malakin adik kelas. Jangan-jangan malah adik kelasnya yang
malakin dia. Atau yang lebih kasihan, jangan-jangan dia juga ga ngalamin
asiknya nyepik adik kelas cewe. Moment nyepik adik kelas cewe adalah momet
paling cool yang pernah ada, pada moment itu, kamu bisa merasa bahwa kamu lha
“hero-nya”, you are tony stark.
Kedongoan dari baud inilah yang akhirnya membawanya
kepergaulan para om-om gay. Peraturan pertama yang harus kalian ingat wahai para
pendekar bertongkat bengkok agar terlepas dari jeratan om-om homo adalah,
jangan pernah percaya sama om-om yang sangat baik dengan kalian, karena
sejatinya, om-om yang waras, hanya akan baik sama cabe-cabean dan cewe abg yang
mau dipake. Masuk akal kan?
Nah, baud ini, entah emang dongo ditambah polos kebangetan,
atau jangan-jangan dia emang homo dari awal, dia ok-ok saja saat si om-om inih
(yang kebetulan juga satu kost-an dengan saya dan si baud)berbaik hati dengan
dia. Mulai dari ngajak makan bareng, nonton bareng, tidur bareng, kesalon
bareng dan rupa-rupa warnanya yang lainya.
Akhirnya, singkat cerita, terjadilah moment pergulatan
antara si baud dengan si om-om brengsek ini, dua jejaka saling beradu tongkat
bengkoknya, masing-masing mengeluarkan jurus andalannya, si baud pake jurus
tongkat bengkok mengusir kucing, si om-om brengsek tidak mau kalah dan
menggunakan jurus tongkat bengkok nyodot baud, ahhh,.. tamat riwayatmu sebagai
laki-laki sejati. Jatuh harga dirimu sebagai pemuda pujaan mba-mba sekelas.
Habis sudah harga dirimu dilumat om-om brengsek. Piuuhhh, lelah, bermandikan
keringat dan cairan tak senonoh tumpah ruah dimana-mana. Ahhh,. Udah kaya
artikel bokep aja...
Entah berapa kali si
baud yang gagah di gagahi om-om brengsek berperut buncit, sampai kabarnya
sesuai dengan ceritanya, mereka sempat main theresome dengan teman om-om
brengsek yang memang sudah lama sering nginep di kost itu. Duuh,.. theresome
lho,.. bayangin,.. theresome. Faakkkkk.
Sampai pada moment paling jujur dalam hidup si baud, sampai
mungkin pada sebuah moment dimana si baud sudah tidak lagi menikmati sesi
paling intim antara dirinya dan om-om brengsek. Dia akhirnya mengaku ketakutan
karena sering disodok sama om-om brengsek, dan tidak ada yang lebih brengsek
dari sikap si baud, selain menceritakan hal tersebut kepada saya. Kaammpreettt.
Dadi koe homo to leee,. Mending wis ra usah batiran wae,... batin ku dalam
hati.
Menurut apa yang baud ceritakan kepada saya, awalnya dia
bukan gay, bukan homo, meski dia terlihat banci. Oke, mungkin. Karena ada satu
temen cewe yang tomboy yang sering maen di kamar kost dia, mungkin maen bola
bekel, bola nya? Ya pake bolanya si baud lha.
lalu sampailah pada saat-saat biadab itu terjadi padanya,
saat dimana om-om brengsek membuktikan bahwa kamu ternyata tidak lebih gagah
dari dia. Haa,. Faakk.
Yang membuat saya agak menjauh dan jaga jarak adalah fakta,
bahwa baud juga menikmati pergulatan tidak senonoh dan biadab nan lozim
tersebut. Saya pernah bertanya seperti ini,
Omragil (omwaras yang suka dedek gemes menari stripis, ini
sekali lagi harus ditekankan, supaya tidak ada persepsi bahwa saya homo, meski
saya pernah punya teman homo) : nah koe gelem di kayak kuek na ora uudd ??
Baud : ya ora gil,. Ya aku ora gelem, tapi aku ra bisa
nolak, wong kae gede banget.
Omragil (omwaras) : nah koe menikmati ora uuuudd ??
Baud : ya ora gil,. Jijih temen,.. tapi ya sue-sue
ngaceng,... sue-sue ya metu...
Omragil (omwaras) : faaakkkkkkk,.... what the helll.... mati
baen nganah uuudd
Bayangkan, fakta bangsat macam apa itu,...
Tapi, satu fakta lagi, bahwa orang yang memang gay, akan
mencoba membuat mereka yang sehat menjadi gay. Ini dibuktikan bahwa faktanya,
om-om brengsek tadi pernah bilang kepada bauud, dan mencoba memberikan sugesti,
bahwa hubungan mereka jauh lebih aman dari pada mereka main cewe. Faakkk.. mati
baen mass...
.
Kenapa saya cerita demikian, karena memang LGBT, entah itu
gay atau lesbi memanglah sangat dekat dengan kehidupan kita, ada disekitar
kita. Lantas, saya kurang sepakat jika kita melakukan tindakan yang cenderung
sangat anarkis untuk memerangi LGBT ini. Misalkan saja, pak menteri pernah
mewacanakan LGBT dilarang mausk kampus. LGBT yang salah adalah pemahaman mereka
akan hubungan reproduksi antara mahluk hidup. Jadi, ya marilah kita lawan dengan
pemahaman juga. Dan memproteksi diri dari pemahaman tersebut juga penting.
Bahkan paling penting malah, saya penggemar berat queen. Kalau kalian tahu
queen, vokalist queen yaitu fredie mercury, dia adalah seorang homo, lantas
apakah saya jadi homo?? Ya tidaklha. Saya masih waras, masih sangat tertarik
lihat dedek gemes disepanjang jalan.
Terakhir, untuk sibaud, uuudd,.. seenak-enaknya kamu mainan
tongkat bengkok, apakamu lupa nikmatnya air susu ibu ??? renungkanlah itu.
Kembalilah kejalan yang benar, jalan orang-orang yang berfikir.
Subscribe to:
Post Comments
(
Atom
)
No comments :
Post a Comment