Jilbab sampean halal mba ?
Salam kagum saya buat mba-mba muslimah, untuk mba-mba
berhijab, salam hangat dan semoga mba-mba muslimah dan mba-mba berhijab
senantiasa dijaga hatinya agar bisa membedakan mana yang hak,mana yang batil,
mana yang halal mana yang haram. Sungguh, negri ini adalah surganya mba-mba
berhijab, tapi mungkin belum jadi surga buat mba-mba muslimah. Tak apalah,
paling tidak beberapa jejaka masih bisa melihat pemandangan mba-mba berhijab
yang menentramkan dan lekuk badan yang menggairahkan.
Mba-mba berhijab, mungkin kali ini mba-mba berhijab akan
kembali dibuat ribet dengan satu persoalan baru. Ini jelas akan jadi beban
hidup yang cukup berat mba, saya sadar itu, dan saya cukup prihatin. Seakan
belum cukup dengan persoalan dan beban hidup akan model jilbab apa yang akan
mba-mba berhijab kenakan pada suatu waktu tertentu, kini, beban hidup mba,
sudah akan bertambah dengan “halalkah jilbab yang mba gunakan?”.
Persoalan tersebut jelas lebih berat dari pada persoalan
yang saya alami mba, yaitu dengan berkali-kali galau, diam termenung dengan
tatapan kosong, setelah melihat postingan foto anak mantan di IG. Jan, itu
sungguh bikin hati nyeeesss mba,. Sungguh,.
Beberapa mba-mba yang berhijab jelas memiliki motivasi atau
dasar tersendiri mengapa mereka mau berhijab. Soal akidah mah bukan ranah saya
mba,. Orang saya juga Cuma pemuda masa kini yang gemar nyinyir liat mba-mba
berhijab berpadu-padan dengan dres ketat nan menggoda. Saya Cuma laki-laki
lemah mba, lemah saya. Saya cenderung lebih menyikapi mengapa masih saja ada
kaum sampean mba, yang berhijab namun masih gemar nganu dan amat tidak tertib.
Sudah jilbab tidak syar’i perilaku masih kurang terpuji. Merugilah.
![]() |
| diambil dari google, diedit sengaconya |
Kini, kaum sampean akan dihadapkan pada sebuah fenomena nan
bikin hati dilema, yaitu, jangan-jangan jilbab yang sampean gunakan itu tidak
halal mba, alias haram. Hayo,. Gimana jal ?? mumetkan?? Jadi gini mba, saya
jelaskan dulu. Jadi zoya sebagai salah satu merk jilbab terkemuka ditanah air,
baru saja membuat gebrakan nan tidak wajar di dunia perhijaban ditanah air.
Mereka menasbihkan diri sebagai jilbab yang halal. Tidak selesai disitu mba,
ceritanya tidak sesingkat kisah cinta saya, masih lanjut ini. Nah, untuk
semakin menyakinkan khalayak dan umat umat mba-mba berhijab, zoya juga
menggandeng MUI dengan melakukan sertifikasi halal. Jan, sebuah langkah dari
kedua pihak yang amat wagu dan kurang bijak.
Pertama dari pihak zoya, apakah mereka masih kurang yakin
dengan mangsa pasar dan strategi marketing mereka?. Bukankah mangsa pasar zoya,
sebagai salah satu merk jilbab rujukan nyaris semua mba-mba berhijab sudah
semakin luas? Apakah terjadi perlambat nilai pemasukan dalam hal ini angka
penjualan yang tidak mencapai target sehingga mereka merasa perlu untuk
melakukan sebuah langkah serevolusioner itu?. Atau bisa juga strategi marketing
yang salah. Zoya mungkin merasa bahwa Laudya Chynthia Bella , mba-mba berhijab
mantanya mas raffi ahmad tidak cukup memiliki daya pikat nan menggoda sehingga
mangsa pasar tidak merespon dengan baik? Lantas akhirnya angka penjualan terus
berjalan turun dan mengkhawatirkan. Jika ini yang terjadi, mungkin zoya bisa
menggunakan jasa mba Rumana (istri mas roby dalam serial “tukang bubur naik
haji”). Khalayak ramai dalam hal ini adalah jomblo-jomblo syariah, pasti akan
sepakat bahwa mba rumana adalah type istri soleha yang mereka idam-idamkan.
Jadi jangankan Cuma jilbab, mba rumana jualan cilok juga pasti laku dipasaran.
Kemudian dari pihak MUI. Dengan dikeluarkanya sertifikasi
halal untuk zoya, saya cenderung lebih curiga bahwa MUI dalam hal ini bidang
sertifikasi halal, hanya sedang berbisnis pada sebuah lahan yang basah. Saya
masih sepakat jika MUI melalui bidang sertifikasi halalnya mengeluarkan
sertifikasi halal buat makanan dan minuman, karena itu memang hal yang paling
fundamental. Tapi ini jilbab lho mas mba,.. ini jilbab... masa ia ada jilbab
yang khalal dan haram?. Kalau MUI ingin memperluas bidang bisnis, harusnya MUI
lebih peka dengan tayangan yang disajikan oleh media dan stasiun TV di negri
ini. Sehingga, tayangan yang amat tidak berfaedah macam “anak jalanan” tidak
dengan bebas malang melintang di jam-jam prime time. Atau acara kontes dangdut
yang mulai siaran dari sebelum adzan subuh sampe jelang sholat tahajud. Padahal
itu jelas akan lebih basah, dan akan lebih berfaedah juga bagi banyak umat. Tapi, kita harus minta klarifikasi terlebih dahulu apakah benar itu sertifikat halal dari MUI, atau ???
Akhirnya, saya sebagai pemuda yang belum menikah dan juga
anak rantau hanya bisa berharap. Bahwa langkah zoya melakukan sertifikasi halal
terhadap jilbab mereka, tidak lantas diikuti oleh GT-MEN sebagai produsen
sempak terkemuka ditanah air.
Ga kebayang kalau saat mau beli sempak saya harus pake
tanya,.
“mba,... sempak yang halal ada?? Apa mba mau saya halalin”
Subhanallah
Subscribe to:
Post Comments
(
Atom
)

No comments :
Post a Comment