Coklat dan tanggal 14


ini adalah tulisan tentang sebuah coklat dan tanggal 14nya, sampean boleh berpersepsi apapun, bebas, tapi sampean juga harus menghormati dan menghargai gagasan saya, sebebas saya membebaskan sampean melihat dari manapun tulisan ini sesuai dengan pandangan dan paham sampean. Sampean juga bebas menilai saya, mau melihat saya sebagai umat yang kekiri-kirian atau kekanan-kananan, pokoke bebas. Sebebas mba-mba gituan ngumbar paha sama tetenya, pokoke bebas, mba-mba bebas ngumbar aurat, saya bebas melihat asal masih dalam satu pandangan mata dan belum berkedip, karena kedipan mata berikutnya bisa dosa dan menjurus maksiat. Jan, sesat.

Coklat, pada hakekatnya, sampean, saya dan semua mahluk ciptaan tuhan, tak peduli status sosialnya, mau dia PNS, PNS jujur, PNS yang ga jujur dan suku colongan jam kerja, Mau dia polisi, Polisi tampan ataupun polisi ngeyel yang belum bisa bedain mana parkir mana berhenti, atau, mau dia setengah jonru, atau ga setengah-setengah kejonru-jonruan, pokoke semua mahluk ciptaan tuhan, berhak dan sangat boleh mengkonsumsi coklat. Bahkan tak peduli dia jomblo atau sudah berdua. Kita, punya hak yang sama dimuka bumi ini untuk mengkonsumsi coklat. Jadi, tolong jangan dibeda-bedakan. Mengkonsumsi coklat baru akan jadi masalah jika sampean termasuk umat yang percaya bahwa coklat bisa bikin jerawat, selamat, sampean baru saja memulai tanda-tanda kesesatan duniawi.

Coklat, bisa sampean makan kapan pun dan dimanapun dan bahkan bisa sampean makan dalam posisi yang sedang nagapin pun. Takjub kan sampean? Bukan sebuah mitos, jika pasangan muda mudi yang sudah jadi umat kebarat-baratan, sering kali,. Cipokan dengan perantara coklaat,.. hati-hati nak,. Cipokan dengan coklat bisa menimbulkan efek ketagihan,. Tak tau aturan,.. lalu keblabasan,. Hati-hati.. apalagi, jika kamu termasuk salah satu pemuda yang secara emosi dan finansial, belum matang. Cipokan dengan si doi sambil ngemut coklat, bisa menjadi awal gagalnya harapan-harapan dan impian kamu dimasa depan,. Sekaligus menanggung siksa kubur yang amat perih. Bayangkan, dialam kubur sana, kamu bakal di hukum cipokan sama setan sambil ngemut bara api yang tidak bisa padam,.. bayangkan saudaraku,.. siksa kubur mana yang akan kamu dustakan sakitnya??.

*Mungkin sampean bingung, sampean kadang baca artikel saya nyaris kaya artikel bokep di situs dewasa sebelah, tapi dilain sisi saya juga ngingetin sampean akan hal diluar itu yang bisa saja jadi konsekwensi atas prilaku keduniawian sampean. Intinya, saya Cuma mau bikin sampean sampean semuanya mikir, tentunya sambil ketawa atau tersenyum simpul. Terserah si, karena kadang, hidup sudah terlalu serius dan membosanku untuk ditanggapi secara serius juga. Jan, blas ra nyambung giiiilll..

Oke, kembali ke coklat dan cipokannya. Itu baru cipokan dengan coklat, apa sampean sudah pernah cipokan sambil jilatin ice cream ,. ??? ahhh,.. sudah,.. jadi bokep gini,.. ahh,.. kebanyakan ngemut paku payung kayanya si omragil ini,. Uteekkkeeee massss,....
ragil wijianto
dibuat dengan sadar, tanpa rekayasa

Dari sekian banyak rutinitas makan coklat yang pernah saya jalani, hal paling ga bisa saya terima adalah bahwa faktanya, angka penjualan coklat akan meningkat tajam saat menjelang tanggal 14 februari. Ditambah fakta lainnya, peningkatan angka penjualan coklat menjelang tanggal 14 februari, juga dibarengi dengan peningkatan angka penjualan kondom.... ???? what the fu*k ,..

Lantas, marilah kita coba tarik benang merahnya, apa hubunganya antara, coklat, kondom dan tanggal 14 februari? Bangsatnya lagi, selalu saja ada produsen kondom yang memanfaatkan moment tanggal 14 februari dengan melakukan promo, beli kondom gratis coklat. Ini menurut saya tanggung, kenapa ga sekalian, beli kondom, gratis mba-mba PSK yang lagi ngemut coklat, kan jadi tambah asik.

Negri ini memang sudah lama wagu, tapi sekarang jadi tambah wagu gini.
Tapi saya ingatkan dulu, saya nulis gini dan bicara terlalu lantang, berani dan mungkin ga dipikir dulu, bukan berarti karena saya ingin diundang makan bareng raja di istana alengkadirja sana, maaf mas mba, saya ga sepicik itu, saya tidak akan mengorbankan kebaikan umat seantero negri ini, hanya demi makan bareng sang raja yang sedang berkuasa di negri alengka dirja sana. Saya bukan comic-comic labil disana yang berhenti bersuara setelah dijamu sang raja, saya juga bukan pimpinan redaksi suatu media yang berhenti memberikan kritik dan saran kepada penguasaha lewat berita-beritanya, dan kini hanya sekedar memberitakan hal baik dari sang raja dan keputusannya. Sudah terlalu lama wagu kita. Cukup.

Kemudian kita akan membicarakan tanggal 14 februari dengan segala sesaji-sesajinya. Bicara tanggal 14 februari, maka, akan banyak teori-teori konspirasi yang menyertainya. Banyak pula pendapat pro kontra sebagai pemanis dan penghangatnya. Wajar, karena kita manusia. 

Konspirasi, pro dan kontra adalah kemanusiawian itu sendiri. 

Saya lantas hanya akan mengambil jalan tengah akan perseteruan dua kutub yang sampai kapanpun tidak akan bisa disatukan. Orang yang sudah terlanjur paham dan sangat yakin bahwa tanggal 14 februari adalah perayaan yang haram dan sesat, tidak akan pernah menerima pendapat dari orang yang menganggap bahwa tanggal 14 februari adalah hari kasih sayang. 

Ini, kaya mba-mba hijab syar’i yang menganggap jilbobs adalah setan dalam wujud yang lebih manis dan unyu. Kalau saya, cenderung melihat jilbobs, sebagai sebuah fenomena ke-alay-an dunia fashion dari hijabers negri ini. Mereka ingin dibilang mba-mba muslimah, tapi dalam satu waktu yang bersamaan pula, mereka juga ingin dinilai sebagai mba-mba bertoket besar. Astagfirulloh. Alay sealay-alaynya umat.

Tanggal 14 februari seperti apa yang telah di tweetkan oleh baginda ustd. Felix shaw adalah demikian adanya menurut dia. Bagi saya itu benar, entah bagi sampean, entah bagi mas dhani, entah bagi mas anang, entah juga bagi mba rossa, mereka bisa bilang yes, no atau bahkan malah maybe? Bukan hak saya untuk memaksa. 

Akan tetapi, tanggal 14 februari juga diyakini sebagai hari kasih sayang, sebagai mana diriwayatkan oleh pasangan muda-mudi yang sebenarnya pengin cipokan sambil ngemut coklat aja ditanggal itu. Terserah, bebas.

Akidah adalah urusan sampean dan TUHAN sampean, bukan ranah saya

Jadi terakhir, bagi sampean yang masih sepaham dengan Utsd Felix Shaw bahwa tanggal 14 februari tak harus dilewati dengan makan coklat dan tukar ludah sambil beli promo kondom, maka jaga itu dan yakini saja. Lantas, bagi sampean yang masih mencoba membenarkan riwayat tanggal 14 februari sebagai hari kasih sayang, ya silahkan lakukan ritual sampean. Akan tetapi, akan lebih bagus jika ritual tersebut, tidak melibatkan coklat, cipokan sambil ngemut coklat, atau sambil beli promo kondom berhadiah coklat, kere sampean, beli coklat aja perlu pake paket hemat. Aah... apaan sii..

Karena, ..

Cinta itu kaya buang sampah, jangan sembarangan.

*ga usah terlalu serius baca tulisan saya 
No comments

No comments :

Post a Comment