Satu Nama di Bulan November
Setiap bulan kita melewati hari dengan cerita dan namanya masing-masing, seperti kamu hari ini dikejar-kejar pak RT karena dituduh ngehamilin anaknya mungkin, atau kamu dicari si mbok-mbok warteg karena belum bayar hutang selama sebulan. Iyah, itu nama dengan cerita didalamnya. Asik, menarik, beberapa mungkin layak untuk diperbincangkan, lalu kita mengupasnya secara tajam, setajam pisau cukur kang maman. Atau beberapa hal lagi, dianggap tabu dan tak patut untuk diperbincangkan. Terserah.
Tapi, apapun yg terjadi tersebut, percayalah, itu bukan suatu hal yang kebetulan. Karena sejatinya, kebetulan hanyalah alibi tak berdasar jika kita melihat runtutan fakta yang terjadi akan suatu peristiwa yang kita alami tersebut. Ketahuilah wahai kisana, apa yang kemarin terjadi dengan mu, adalah mutlak hukumnya. Seperti misalkan E=mc kuadrat. Itu harus, dan itu mutlak.
November 2015 sampai dengan awal desember tahun ini, bisa jadi itu bulan yang biasa-biasa saja. Bulan yang datang sebelum januari tahun baru. Apanya yang istimewa dengan bulan tersebut coba?. Saya masih makan dengan nasi, alhamdulillah, karena mungkin saya berencana makan pake beling tahun depan, Saya masih pake baju normal, bukan kaya superman yang sempaknya diluar. Semua tampak biasa dan normal. Tapi tidak saat kamu datang.
Tapi, saya tak lantas akan menceritakanya, kalian cukup baca judulnya, biarkan saya yang tahu ceritanya. Ya, hidup kadang serahasia itu memang.
Pada akhirnya, waktu akan mendewasakan kita, membuat kita jadi lebih pandai berterima kasih,
Demi massa, semoga kita tak termasuk golongan manusia yang merugi
Subscribe to:
Post Comments
(
Atom
)
No comments :
Post a Comment