Hiks.. Hiks.. Hiks

Sumpah Brooo, hampir 2 tahun lebih berlalu tanpa galau, sekalinya galau gini amat yah, hiks...hikss...hiks... Puk puk in lha. Yah, beginilah. Saya jadi bingungkan mau nulis apa. Udah deh, gini aja, saya mau nulis, senulis nulisnya, semengalr-mengalirnya, kalau nanti tulisannya random, ya itu karena saya lagi galau. Gitu ajah, simpel, ga usah dibuat bertele-tele.

Banyak hal yang membuat saya galau, kaya makan ga tahu mau pake apa, saat mandi ga bisa bedain mana pasta gigi mana sabun cair, sehingga saya sering gosok gigi pake sabun cair. Sungguh, rasanya kaya ada kampret-kampretnya gitu. Kamu harus coba, biar ikut ngerasain apa yang saya rasain. Seperti kata dasadharma pramuka, "cinta alam dan kasih sayang sesama manusia", siip.. kan.

Belum lagi masalah cewe dengan percintaan sebagai bumbunya. Kalau udah ngomongin ini, saya jadi terus berfikir bahwa perkataan jendral tien feng yang sangat termansyur dengan perkataannya kalau

"cinta penderitaannya tiada akhir"

 mungkin benar adanya. Tapi, akhirnya saya harus membantah perkataan yang sangat melegenda itu dengan ungkapan yang tidak kalah sakti, yaitu

 "kalau kamu sudah merasa menderita, itu bukan cinta namanya".

 Cieelllaahhhh.... percayalah, itu cuma ungkapan seorang laki-laki yang berusaha tegar dan berlindung dibalik kata-kata bijak. Gitu aja terus broo.. kelar hidup loooo.

Oke, tapi, akhirnya kita akan sampai pada satu baris, pada sebuah moment, pada sebuah kondisi, dimana menunggu mungkin cuma pekerjaan yang sia-sia, karena ga ada gajinya, ga ada intensifnya, ga ada uang lemburnya, ga ada fasilitasnya, kalau kamu sepikiran dengan hal tersebut, maka sejatinya kamu cocok jadi buruh. kampreet kan.

Terakhir,

 sampai jumpa di masa yang lebih mulia, di mana alam semoga juga merestuinya. Bahagialah.

 Hiks.. Hiks.. Hiks.. Puk puk in lhaa.
No comments

No comments :

Post a Comment