Indonesia kok gini

Senin, 6 april 2015. Mulai hari ini, saya akan mencoba menghadirkan sesuatu yang berbeda, meski mungkin simpel dan sepele. Ya, mula hari ini sedikit perubahan akan terjadi. Biasanya, foto yang ada dalam setiap postingan blog saya tidak melulu ada kaitannya dengan cerita, niatnya sih dari pada kosong gitu. Bermula dari niat dari pada kosong itulah, maka mulai hari ini, meski foto dan gambar yang saya tampilkan akan tidak sesuai dengan postingan, tapi paling ga difoto atau gambar tersebut mulai ada jejak nama blog saya. Seperti yang akan anda liat nanti dibawah ini. Tapi, tetep si, niatnya dari pada kosong. Meski saya sadar, isi adalah kosong, kosong adalah isi, sanchai sanchai sanchai.

mengangkat judul "Indonesia kok gini?" ini adalah kegelisahan saya akan berbagai hal yang mungkin sedang terjadi di negri ini. Meskipun saya sadar, bahwa tulisan saya tidak akan berpengaruh apapun, tapi paling tidak, sebagai anak muda saya memberikan bukti konkrit bahwa saya peduli akan negri ini. cakep.

Begini sob, banyak yang saya rasa yang terjadi pada negri ini sama sekali tidak memihak pada golongan bawah di negri ini. Banyak hal yang akhirnya memberatkan mereka, untuk sekedar bertahan hidup. Untuk sekedar membeli sebungkus nasi misalkan. Pasti kalian tahu bahwa, ada seorang nenek yang sedang menjalani proses hukum akibat tuduhan kasus pencurian pohon milik perhutani. Pasal yang di tuduhkanpun tak main main, Ilegal loging. Ganas. Ya, hukum dinegri ini memang ganas kebawah, mlempem keatas. Ya, kalau memang itu nenek mencuri, apa iya harus dibawa kepengadilan juga? dia cuma seorang nenek? nenek lho, yang jalan saja kadang sudah susah,

Itu baru masalah hukum yang tidak pernah memihak golongan bawah, keadilan sosial yang katanya bagi seluruh rakyat indonesia pun entah kemana rimbanya. Bayangkan, hampir semua kebutuhan pokok, dan harga harga penunjang lainnya naik, subsidi bagi rakyat hampir semuanya ditarik. Bagi yang berpenghasilan 3 juta keatas, mungkin mereka akan dengan santai bilang "ah,. ga papa, emang jaman harus kaya gitu.." Itu kata kata yang sok kuat banget, kaya kata kata jomblo di malem minggu. "ga,. ga papa,. aku ga kesepian kok, ga,. aku ga kesepian". Sok kuat.

"Kalian boleh fanatik, tapi jangan munafik"
Dan pada akhirnya, kita semua harus sadar. Kalian, atau kita semua, boleh fanatik tapi jangan lah munafik. Kita akhirnya harus sadar, bahwa "kekayaan alam dan sumber dayanya dikelola dan dimanfaatkan untuk kepentingan bangsa dan rakyat indonesia" adalah mustahil, dan "APBN/APBD dikelola dan dimanfaatkan semaksimal mungkin demi kepentingan rakyat" juga omong kosong. Kini, APBN/APBD cukuplah untuk memberikan tunjangan dan kemewahan bagi para pejabat dan penguasanya. Kekayaan alam dan sumber dayanya, biarlah dikelola penguasa demi kepentingan dan keuntungan penguasa serta koloninya.

Terakhir,

"Indonesia kok gini ???"


No comments

No comments :

Post a Comment